Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka 1 Maret, Siapkan 401 Bus dan Truk Motor!

Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka 1 Maret, Siapkan 401 Bus dan Truk Motor!

Kementerian Perhubungan membuka pendaftaran mudik gratis Lebaran 2026 mulai 1 Maret.--istimewa

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka pendaftaran mudik gratis Lebaran 2026 mulai 1 Maret.

Program tersebut menyediakan perjalanan ke sejumlah daerah tujuan utama pemudik. Masyarakat bisa mendaftar secara online hingga kuota terpenuhi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyampaikan bahwa program mudik gratis mulai menerima pendaftaran pada 1 Maret 2026.

"Kami juga menyediakan 401 bus gratis yang muat sebanyak 15.834 penumpag dan 8 truk untuk angkut 240 sepeda motor," ungkap Aan pada Minggu, 15 Februari 2026.

BACA JUGA:Jadwal Sekolah Ramadan–Idulfitri 2026 Resmi Diatur, Siswa Mulai Belajar Mandiri 18 Februari

BACA JUGA:Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Link, dan Persyaratan di Sini!

Program Mudik Gratis Kemenhub 2026 mencakup 34 kota tujuan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, serta Sumatra.

Daerah tujuan tersebut meliputi berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera sebagai rute perjalanan peserta mudik.

Menurut Aan, kehadiran mudik gratis bukan sekadar mengurangi pengeluaran masyarakat, tetapi juga upaya nyata menekan penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, yang rawan kecelakaan saat periode mudik.

BACA JUGA:Waspada Bencana pada Mudik Lebaran 2026, BNPB Imbau Masyarakat Gunakan Peta InaRISK dan Pantau Cuaca

BACA JUGA:Cegah Kepadatan Mudik, Kemenhub Ubah Jembatan Timbang Jadi Rest Area

Selain armada perjalanan tanpa biaya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat turut menyiapkan fasilitas pendukung transportasi darat berupa 177 terminal terdiri dari 115 Tipe A dan 62 Tipe B, 48 UPPKB yang difungsikan sebagai tempat istirahat, serta 31.345 unit bus dengan beragam tipe.

Pada sektor penyeberangan disiapkan 72 dermaga, 254 kapal, 29 pelabuhan, serta 15 lintasan penyeberangan.

"Kami juga bekerja sama dengan kepolisian dan Pemerintah Daerah untuk menjadikan beberapa masjid menjadi rest area," kata Aan.

BACA JUGA:Pergerakan Penumpang Pada Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Mencapai 143,9 Juta Orang

BACA JUGA:Daftar Lengkap Diskon Transportasi Mudik Lebaran 2026!

Ia menjelaskan bahwa akan bekerjasama agar Masjid di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Semarang, Purworejo dan Kebumen dijadikan rest area.

Pemeriksaan keselamatan atau rampcheck untuk bus dijadwalkan berlangsung sejak 23 Februari sampai 29 Maret 2026 guna menjaga keamanan perjalanan.

Langkah ini dilakukan agar kendaraan lebih dulu memenuhi standar teknis dan kelayakan jalan sebelum digunakan.

BACA JUGA:Jadwal Pembatasan Truk saat Mudik Lebaran 2026, Berlaku 13 hingga Maret 2026!

BACA JUGA:4 Tol Fungsional Siap Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2026, Ini Daftarnya!

Kemenhub juga menerapkan pembatasan operasional bagi angkutan barang selama periode mudik.

Aturan pembatasan tersebut ditujukan melindungi keselamatan jutaan pemudik sekaligus menjaga perjalanan tetap tertib dan lancar.

"Bukan membatasi atau melarang usaha, tetapi mengatur agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang sama sama bisa berjalan dengan aman dan lancar selama arus mudik Lebaran," ucapnya.

BACA JUGA:Jadwal One Way hingga Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026, Simak Selengkapnya!

BACA JUGA:Pelni Beri Diskon Tiket Kapal 30% untuk Mudik Lebaran 2026, Berlaku hingga 5 April

Aan menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas berupa one way, contra flow, dan sistem ganjil genap akan diterapkan. Ia menjelaskan koordinasi dilakukan bersama Korlantas Polri dan Kementerian PU melalui penerbitan Surat Keputusan Bersama.

Aturan tersebut meliputi pembatasan operasional angkutan barang, pengaturan arus kendaraan dengan one way, contra flow, ganjil genap, serta penataan lalu lintas menuju dan di kawasan pelabuhan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Saat ini tahap sosialisasi kepada masyarakat masih berlangsung. (*)

*) Abidah Hayu Anggonoraras peserta magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: disway.id