#SeablingsAgainstRacism dan Gelombang Solidaritas Asia Tenggara Melawan Rasisme Digital
Sebuah meme dari tagar #SeablingsAgaintsRacism di X. --X
HARIAN DISWAY - Tagar #SeablingsAgainstRacism muncul sebagai respons spontan warganet Asia Tenggara terhadap komentar rasis yang menggelombang di media sosial Korea Selatan.
Dalam hitungan jam, tagar berubah menjadi gerakan solidaritas digital yang mempertemukan pengguna internet dari Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Mereka tegas menolak stereotip dan diskriminasi rasial.
Istilah “Seablings” merupakan permainan kata dari SEA (Southeast Asia) dan siblings (saudara), yang menegaskan solidaritas regional. Tagar tersebut ramai setelah sejumlah tangkapan layar bernada merendahkan masyarakat Asia Tenggara beredar luas di platform X dan forum daring Korea.
Komentar tersebut menyebut warga Asia Tenggara sebagai “miskin”, “tidak berpendidikan”, hingga menyindir warna kulit dan fitur wajah.
BACA JUGA:AVC Putri 2026: Saat Megatron Kembali Menghantui Korea Selatan

MEME yang digunakan untuk menyindir kebiasaan orang Korea Selatan yang suka operasi plastik. Ini hanya salah satunya. --X
Alih-alih meredam konflik, unggahan tersebut justru memicu reaksi balik. Warganet Asia Tenggara merespons dengan membagikan pencapaian, budaya, dan kontribusi global dari negara-negara di kawasan ini.
Banyak pengguna juga menyoroti ironi standar kecantikan di Korea Selatan yang dinilai sempit dan homogen. Operasi plastik menjadi salah satu topik utama dalam diskursus tagar ini.
Korea Selatan dikenal sebagai salah satu pusat industri bedah kosmetik terbesar di dunia. Prosedur seperti double eyelid surgery, rhinoplasty, jaw reduction, dan skin whitening dianggap sebagai praktik umum demi mencapai standar kecantikan tertentu.
Dalam diskusi tagar, sejumlah warganet menyatkan bahwa standar kecantikan tersebut justru menghapus keragaman wajah Asia.
BACA JUGA:7 Rekomendasi Film Korea di Netflix, Dari Romansa hingga Horor
Kritik yang muncul menyebut bahwa penghinaan terhadap wajah alami orang Asia Tenggara bertolak belakang dengan budaya modifikasi wajah yang sangat luas di Korea.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: