Hokkian Kun Thauw Boen Bio, Olahraga dan Olah Rasa

Hokkian Kun Thauw Boen Bio, Olahraga dan Olah Rasa

Perguruan Hokkian Kun Thauw Boen Bio dalam sebuah acara pada tahun 2023 di Kelenteng Boen Bio, Surabaya.-Boen Bio-

Memasuki tahun 1987, Mpek Kwee King Yang meninggal dunia. Perguruan itu sempat vakum. Hingga sekitar tahun 2000-an, dibuka secara luas oleh mendiang Bingky Irawan. Ia merupakan Ketua Kelenteng Boen Bio saat itu. 

Apalagi Inpres yang mengekang tersebut telah dicabut oleh Abdurrahman Wahid, Presiden RI kala itu. Dengan Perguruan Hokkian Kun Thauw Boen Bio, mendiang Bingky bertujuan untuk melestarikan budaya leluhur. Sekaligus memberi kegiatan positif. Utamanya bagi para pemuda. 

BACA JUGA:Serba-Tiongkok di Prosperous Lunar Festival, Pengunjung Bisa Belajar Metode Dasar Kungfu

BACA JUGA:Meng Lan, Kungfu Panda dari Beijing


Para pengajar Hokkian kun thauw menunjukkan gerakan yang tepat dalam sesi latihan rutin yang digelar tiap Rabu dan Jumat.-Guruh D.N.-HARIAN DISWAY

Guan terpilih menjadi pelatih kun thauw. Sejak tahun 2000 hingga saat ini. "Sebelum mengajar, saya sempat mendapat pendampingan terlebih dahulu oleh The Kang Hay. Hingga dapat mengajar secara mandiri," ujar penulis buku The Lion Dance itu. 

Ia pun membeberkan filosofi dan ketentuan khusus dalam kun thauw. “Setiap perguruan punya peraturan. Kakek guru saya, Mpek Kwee King Yang, mengajarkan lima sumpah perguruan. Itu diwariskan secara turun-temurun,” kenangnya.

Lima sumpah itu: dilarang melawan guru, dilarang melawan saudara seperguruan, berlatih untuk seumur hidup, segala akibat dari penggunaan ilmu ditanggung sendiri oleh murid, dan guru dilarang membohongi murid. "Dengan kata lain, guru harus mengajarkan ajaran yang murni atau asli," ujarnya. 

Hokkian kun thauw juga menekankan latihan spiritual dan olah rasa. Salah satunya melalui gerakan pernapasan. Metode tersebut bermanfaat untuk mengontrol emosi.

BACA JUGA:Series Jejak Naga Utara Jawa (19) : Boen Bio, Simbol Perlawanan Terhadap Belanda

BACA JUGA:Jelang Imlek, Dupa Jadi Buruan! Tradisi Sakral yang Tak Pernah Hilang

“Bertujuan agar seseorang tidak menjadi pribadi yang kasar. Punya ‘rem’ batin melalui kontrol rasa,” imbuh pria 57 tahun tersebut.

Samchien menjadi jurus inti kun thauw Hokkian. Itu menggambarkan filosofi kehidupan. Berasal dari kata Sam yang berarti "tiga" dan Chien yang bermakna "perang" (Tiga Ahli Perang).

Samchien berakar dari kisah dari tiga tokoh ahli bela diri dalam sejarah Tiongkok: Guan Yu, Liu Bei, dan Zhang Fei.

Samchien melambangkan karakter tiga tokoh tersebut dalam diri manusia yang menjalankan kun thauw. Yakni niat dan keberanian, kekuatan dan keterampilan, kebijaksanaan, kecerdasan, dan hati yang bersih. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway