Hokkian Kun Thauw Boen Bio, Olahraga dan Olah Rasa

Hokkian Kun Thauw Boen Bio, Olahraga dan Olah Rasa

Perguruan Hokkian Kun Thauw Boen Bio dalam sebuah acara pada tahun 2023 di Kelenteng Boen Bio, Surabaya.-Boen Bio-

BACA JUGA:Cegah Deforestasi dan Bencana, Belajar dari Filsafat Konfusius

BACA JUGA:Jumlah Jari Naga dalam Kelenteng, Maknai Filsafat Konfusius


Dalam sesi latihan rutin, Bambang Edison Soekanto (Guan), pengajar Hokkian kun thauw di Kelenteng Boen Bio tampak membetulkan posisi tangan muridnya.-Guruh D.N.-HARIAN DISWAY

“Latihan tersebut merupakan metafora dari perjalanan hidup manusia. Serta sarana pembentukan karakter. Misalnya, gerakan hormat di awal melambangkan salam kepada guru dan saudara seperguruan,” urai lulusan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya itu.

Maka, perguruan tersebut menekankan sikap saling menghormati. Baik kepada guru maupun kepada sesama anggota perguruan.

Juga, kontrol emosi dalam metode pernapasan memiliki manfaat khusus. Yakni seorang praktisi kun thauw harus menghargai sesama. 

Tidak mudah marah. Mampu mempergunakan ilmunya tak semata untuk membela diri. Tapi juga untuk membantu orang lain. Hingga saat ini, Perguruan Hokkian Kun Thauw Boen Bio rutin mengisi acara-acara di Kelenteng tersebut. 

BACA JUGA:Imlek 2026: Tradisi, Makna Angpao, hingga Harapan Tahun Baru

BACA JUGA:Semarakkan Imlek, Pemkot Buka Kawasan Kya-Kya Surabaya Selama Tiga Hari

Termasuk terlibat dalam acara-acara sosial. Pernah pula tampil beberapa kali dalam acara di Surabaya. "Seperti tampil di Kapas Krampung Plaza pada 2025. Kemudian dalam acara Cangkrukan Arek Suroboyo yang digagas Pemkot Surabaya," ujarnya.

Kini, Guan hanya berharap peserta bisa meneruskan ajaran Hokkian kun thauw. Supaya tidak punah terkikis zaman. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway