Hujan Ringan hingga Deras Selalu Warnai Imlek, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Bagi sebagian orang hujan di hari Imlek adalah berkah. Secara sains, ini bagian dari puncak musim hujan di Indonesia.--pinterest
HARIAN DISWAY - Hujan selalu mengiringi Imlek. Bahkan, tak jarang, Hujan datang seharian. Dari pagi hingga malam hari. Langit seolah ikut merayakan Chinese New Year itu dengan guyuran air yang tak kunjung reda.
Sejak sebelum era internet pun, fenomena tersebut kerap menjadi perbincangan. Banyak yang mengaitkannya dengan mitos dan kepercayaan tertentu.
Kini, di era media sosial, pembahasan soal Imlek dan hujan bahkan semakin seru. Namun, benarkah hujan saat Imlek hanya kebetulan?
Pengaruh Angin Muson Barat
Secara ilmiah, Tahun Baru Imlek biasanya jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari tiap tahunnya. Pada periode itu, Indonesia masih berada di puncak musim hujan.
BACA JUGA:Pesan Menag di Imlek 2577 Kongzili: Semoga Tahun ini Membawa Kedamaian dan Kesejahteraan
BACA JUGA:Malam Imlek, Masyarakat Tionghoa Menjeda Kesibukan dan Rutinitas untuk Hadir dalam Keluarga
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa awal tahun memang identik dengan curah hujan tinggi. Penyebabnya adalah angin muson barat yang membawa banyak uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia.
Angin muson barat aktif pada Desember hingga Februari. Itu artinya, peluang hujan lebat saat Imlek memang secara statistik cukup besar.

IMLEK selalu jatuh pada musim hujan. Ada pengaruh angin muson barat hingga La Nina yang tak banyak disadari.--pinterest
Selain faktor angin muson, ada juga pengaruh fenomena global. Misalnya, La Nina yang bisa meningkatkan intensitas hujan di Indonesia.
Ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur lebih dingin dari normal, pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia cenderung meningkat. Dampaknya, hujan bisa turun lebih sering dan lebih deras.
BACA JUGA:Cara Membuat Kue Ku (Ang Ku Kueh) Lembut dan Kenyal Untuk Sajian Imlek 2026
BACA JUGA:Jelang Imlek 2026, Singkirkan 7 Benda Pembawa Sial Ini dari Rumah, Agar Energi Baik Datang
Tak hanya itu, posisi matahari di belahan bumi selatan pada awal tahun juga membuat wilayah Indonesia menerima energi panas maksimal. Pemanasan ini memicu pertumbuhan awan konvektif pada siang hingga sore hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber