Elon Musk Menuju Triliuner Pertama Dunia, Kekayaan Tembus USD 850 Miliar

Elon Musk Menuju Triliuner Pertama Dunia, Kekayaan Tembus USD 850 Miliar

Elon Musk siap cetak sejarah sebagai manusia trilyun dolar.--beebom

Peluangnya mencapai status triliuner tahun ini mencapai 75 persen. Bahkan, sentimen investor terlihat lebih agresif.

Sekitar 91 persen pelaku pasar memperkirakan Musk akan menembus angka tersebut sebelum 2029. Sebanyak 86 persen memprediksi pencapaian itu terjadi tahun depan. Kemudian 72 persen yakin target tersebut bisa diraih sebelum 2027.

Salah satu faktor yang berpotensi menjadi pendorong akhir adalah kemungkinan penawaran saham perdana atau IPO SpaceX.

BACA JUGA:Elon Musk Luncurkan Grokipedia, Tantang Wikipedia dan Ubah Arah Pencarian Internet

BACA JUGA:Elon Musk Sebut xAI Siapkan Gim Bertenaga AI untuk 2026, Gabungkan Dunia Nyata dan Virtual

Jika perusahaan antariksa tersebut melantai di bursa dengan valuasi tinggi, kekayaan Musk diperkirakan bisa melonjak hingga USD 1,5 triliun.

Selain SpaceX dan xAI, kontribusi Tesla tetap signifikan terhadap portofolio kekayaannya. Musk diketahui memiliki sekitar 12 persen saham Tesla.

Nilainya kurang lebih USD 178 miliar. Ia juga memegang opsi saham tambahan. Yakni senilai sekitar USD 124 miliar.


Elon Musk semakin kaya berkat merger SpaceX dan xAI.-Komite.id-Komite.id

Paket kompensasi fantastis menjadi penunjang. Itu disetujui pemegang saham Tesla beberapa waktu lalu. Peluang pundi-pundi uang semakin terbuka ke kantong Musk.

BACA JUGA:Tesla Pi Phone Handphone Besutan Elon Musk yang Siap Kalahkan iPhone, Bagaimana Faktanya?

BACA JUGA:Elon Musk Tuduh Apple Lakukan Pelanggaran Antitrust demi Untungkan OpenAI

Memang saham Tesla sempat mengalami fluktuasi. Diakibatkan dinamika pasar kendaraan listrik global. Meski begitu, perusahaan tersebut tetap menjadi salah satu aset terkuat dalam portofolio Musk.

Dengan mesin bisnis SpaceX, Tesla, dan xAI yang terus melaju kencang, posisi Musk semakin dekat ke ambang triliun dolar AS.

Namun risiko tetap membayangi. Volatilitas pasar. Kemudian potensi intervensi regulator terhadap bisnis kecerdasan buatan dan teknologi luar angkasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: