BBPJN Jatim Klaim Suramadu Tetap Aman Dilalui
Ikan asap di Kelurahan Tambak Wedi bisa dibranding jembatan Suramadu. Sehingga menaikkan nilai jual.-M Sahirol Layeli-HARIAN DISWAY
SURABAYA, HARIAN DISWAY- Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim Bali mengklaim kondisi jembatan Suramadu masih aman dilalui oleh pengendara, Rabu, 18 Februari 2026.
Respons itu disampaikan oleh BBPJN setelah keamanan jembatan Suramadu dipertanyakan oleh publik. Lantaran mengalami sejumlah kerusakan pada konstruksinya.
Kepala Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu BBPJN Suparyanto menerangkan, saat ini kondisi jembatan Suramadu dalam kondisi baik. ”Dan kami pastikan, aman untuk dilalui,” katanya pada Harian Disway, Rabu siang, 18 Februari 2026.
Suparyanto justru mempertanyakan soal hilangnya jumlah material konstruksi yang ramai di media sosial. ”Baut hilang yang mana? Perlu diklarifikasi,” tegasnya.
BACA JUGA:Titik Rawan yang Diawasi Ketat Satpol PP Surabaya selama Ramadan, Salah Satunya Jembatan Suramadu
BACA JUGA:Lagi, Satpol PP Surabaya Amankan 11 Pemuda Sedang Asyik Pesta Miras di Jembatan Suramadu
Sementara untuk keretakan sambungan jembatan atau expansion joint, Suparyanto menyebut tim telah melakukan perbaikan beberapa waktu lalu. ”Sambungan untuk besi. Sudah kami ganti semua,” paparnya.
Ia minta publik tak gaduh terkait isu mengenai sejumlah kerusakan di beberapa bagian jembatan Suramadu. Sebab, tim Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu telah melakukan pengecekan secara rutin setiap waktu. ”Kalau ada kerusakan kecil. Segera dibenahi,” paparnya.
Tak hanya kerusakan, pemeliharan jembatan juga telah rutin dikerjakan. Misalnya tiang pancang jembatan yang berada di tengah laut. Yang rawan terjadi korosi. ”Kami lakukan pengecatan rutin,” katanya.
Sorotan mengenai kerusakan sejumlah titik di jembatan Suramadu itu diutarakan Anggota DPRD Jawa Timur, Moh Nasich Aschal. Ia mengaku telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait dengan hilangnya sejumlah komponen penting di jembatan yang beroperasi sejak 2009 itu.
Komponen yang hilang itu di antaranya seperti baut, besi penyangga, hingga lampu penerangan jalan. Selain itu, kondisi sambungan jembatan atau expansion joint juga dilaporkan mengalami keretakan di sejumlah titik.
“Suramadu adalah nadi perekonomian masyarakat Madura dan Jawa. Jika infrastruktur ini rusak atau terganggu, dampaknya sangat besar,” kata Nasih. Mengingat ribuan kendaraan melintas di jembatan sepanjang sekitar 5,4 kilometer itu setiap hari.
“Kerusakan yang sudah terjadi harusnya segera diperbaiki. Jangan menunggu sampai ada korban atau kejadian fatal baru bertindak,” ujarnya.
Politisi Partai NasDem itu juga menyoroti kebijakan pembebasan tarif tol Suramadu yang telah diberlakukan pemerintah. Ia menilai kebijakan gratis tersebut seharusnya tetap diimbangi dengan alokasi anggaran pemeliharaan yang memadai dari APBN. Sehingga pengawasan dan perawatan infrastruktur tetap optimal. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: