Open to Work, Simbol Kerentanan Sosial

Open to Work, Simbol Kerentanan Sosial

Pencari lowongan pekerjaan.-dok harian disway-


--

Oleh: Inas Farhanah

Isu yang akhir akhir ini muncul dan sedang hangat menjadi sorotan hangat akan kemarahan  publik terkait postingan Linkdin yang dilakukan seorang aktris. Fenomena ini mengungkap kedalaman arti pada label Open to Work di kalangan masyarakat. Khususnya pada pencari kerja

Beberapa waktu lalu, Prilly Latuconsina yang merupakan seorang selebriti menjadi sorotan hangat publik sebab postingan yang mengejutkan. Pada laman Linkdin ia merubah statusnya menjadi Open to Work, di mana status ini merupakan status yang merujuk pada ketersediaan dan terbuka mencari pekerjaan baru. 

Dengan menampilkan badge hijau ini, mantan pemain sinetron GGS dianggap publik aneh. Mengapa seorang aktris terkenal yang memiliki kredibilitas tinggi menggunakan status tersebut untuk mencari pekerjaan? Melalui postingan Linkdin, ia menegaskan bahwa ia menggunakan status tersebut karena ia ingin explore dan belajar dunia baru. Publik juga mengetahui terdapat kurang lebih 30 ribu koneksi dan banyak tawaran pekerjaan yang ia dapatkan. 

Keresahan

Sontak hal ini juga menimbulkan keresahan publik. Para pencari kerja dan pengguna Linkdin yang juga menggunakan status Open to Work merasa tersaingi dengan aktris tersebut. Tidak sedikit yang menganggap aktris tersebut kurang empati pada isu sosial mengenai banyaknya pengangguran dan sulitnya mendapat pekerjaan saat ini. 

BACA JUGA:Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Dibuka Bulan ini, Kesempatan Emas bagi Pencari Kerja di Seluruh Indonesia

BACA JUGA:7 Aplikasi Pencari Kerja Selain Glints dan JobStreet

Open to Work menjadi salah satu kesempatan bagi pencari kerja agar dirinya dilirik oleh perekrut. Tetapi kesempatan tersebut direbut aktris dengan image yang kuat dengan menggunakan “namanya” untuk mencari pekerjaan baru dengan niat mencari hal baru yang sebelumnya belum dipelajari. Di saat jutaan orang berebutan mendapat lowongan pekerjaan yang sedikit, pernyataan Prilly menuai banyak hujatan.

Nyatanya di balik Open to Work, publik mengetahui bahwa keputusan tersebut hanyalah sebuah social campaign sebagai gimmick marketing dari brand pasta gigi yang menggunakan Prilly sebagai brand ambassador. Pencari kerja yang merasa tidak adil dan dipermainkan, memberikan komentar di berbagai platformnya yang mengujar kebencian dan ketidakadilan. 

Merasa isu ini semakin melebar, Prilly pun mengunggah video yang berisikan pemohonan maaf pada publik atas tindakan yang dianggap kurang empati terhadap pencari kerja yang berjuang mencari pekerjaan ditengah sulitnya mendapatkan pekerjaan.

Emosi dan reaksi sebagai representasi dari kemarahan  publik pada aktris ini telah mengungkap adanya fenomena baru, bahwa simbol open to work bukan lagi sebagai simbol keberanian dan transparasi serta keterbukaan dan semangat untuk mencari pekerjaan, tetapi simbol adanya sinyal keputusasaan dan kepasrahan dalam pencari pekerjaan.

Simbol kerentanan Sosial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: