Sayap Belakang Ferrari Dinyatakan Legal, Tapi Apa Masalahnya?
Lewis Hamilton (44), saat menguji sayap belakang yang bisa berputar 270 derajat. Tampak sayap belakang bagian atas dalam kondisi terbuka--Twitter Scuderia Ferrari FRA @FerrariF1FRA
HARIAN DISWAY - Ferrari memanaskan era regulasi baru Formula 1 2026 dengan memperkenalkan sayap belakang aktif revolusioner pada SF-26 di tes pramusim Bahrain, 18-20 Februari 2026 lalu.
Flap belakang tersebut mampu berputar hingga 270 derajat, dan telah dinyatakan legal oleh FIA. Inovasi itu berpotensi mengubah peta persaingan, meski masih menyisakan tanda tanya soal stabilitas dan efektivitasnya dalam lintasan balap sesungguhnya.
Ketika dipakai dalam uji coba pramusim hari kedua di Sirkuit Sakhir, Bahrain, situasi tidak berjalan mulus. Di balik kemudi, Lewis Hamilton mengalami kendala teknis. Ia hanya menyelesaikan lima lap sebelum masalah lain mengganggu program tim.
Pada Rabu, tim menggunakan konfigurasi sayap belakang yang lebih tradisional. Memasuki sesi Kamis pagi, pengujian sayap belakang aktif dimulai. Namun, pada Kamis sore, mereka memutuskan kembali ke versi standar spesifikasi 2026.
BACA JUGA:Domenicali Bocorkan Rencana Besar F1 2027, Turkiye Kembali?
BACA JUGA:Sayap Belakang Ferrari SF26 Gemparkan Tes F1 Bahrain 2026!
Meski begitu, kepala tim Scuderia Ferrari Frederic Vasseur tidak menutup kemungkinan penggunaan sayap belakang aktif dalam balapan. "Kami hanya perlu menyempurnakannya," ucap Vasseur.

Sayap belakang Ferrari Lewis Hamilton ketika diuji coba di Sirkuit Sakhir, Bahrain, 19 Februari 2026.-Autosport-
Inovasi utama para insinyur Maranello berkaitan dengan perilaku celah slot pada sayap belakang aktif.
Alih-alih membatasi diri pada sistem Drag Reduction System (DRS) konvensional, elemen flap bagian atas mampu berputar hingga 270 derajat, sehingga secara radikal mengubah geometri profil sayap.
Saat diaktifkan, sistem itu tidak hanya mengurangi hambatan seperti DRS klasik. Rotasi khusus pada flap atas dapat menciptakan efek menyerupai sayap pesawat terbalik, menghasilkan konfigurasi yang membantu mengurangi hambatan lebih jauh sekaligus meningkatkan kecepatan maksimum mobil.
BACA JUGA:Mercedes Pimpin Benchmark Bahrain, Red Bull Akui Tertinggal di Awal F1 2026
BACA JUGA:Pirelli Ciptakan 'Hujan Buatan' di Bahrain Demi Ban Basah F1 2026
Pada era regulasi 2026 yang fokus pada manajemen aerodinamika aktif, solusi Ferrari merepresentasikan interpretasi agresif atas kebebasan yang diberikan oleh aturan teknis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber