Sayap Belakang Ferrari SF26 Gemparkan Tes F1 Bahrain 2026!
Elemen bagian sayap belakang Ferrari SF26 masih dalam posisi tertutup. Pada pengujian Bahrain 18-20 Februari 2026--Twitter This Is Formula 1 @ThisIsFormula1
HARIAN DISWAY – Ferrari mengejutkan paddock tes pramusim di Bahrain International Circuit pada 18–20 Februari 2026. Tim asal Maranello itu menguji sistem aerodinamika aktif baru pada mobil SF26, dengan mekanisme sayap belakang yang bisa berputar lebih dari 180 derajat.
Berbeda dari sistem Drag Reduction System (DRS) lama yang hanya membuka celah sayap, Ferrari membuat elemen atas sayap belakang berputar hingga “melipat” ke dalam. Saat mode pengurangan hambatan diaktifkan, posisi tepi belakang sayap bisa berpindah ke depan.
Engsel elemen atas ditempatkan di bagian atas titik pemasangan depan. Dengan posisi itu, flap dapat berputar sangat jauh: tidak sekadar terangkat seperti pada DRS konvensional.
BACA JUGA:Mercedes Pimpin Benchmark Bahrain, Red Bull Akui Tertinggal di Awal F1 2026
BACA JUGA:Regulasi Baru Formula 1 2026 Picu Kekhawatiran Keselamatan Usai Tes Bahrain
Aerodinamika aktif 2026
Pada regulasi lama, pergerakan DRS dibatasi maksimal 85 mm dengan sumbu rotasi tetap. Mulai musim 2026, aturan berubah. Sistem aerodinamika aktif diberi ruang gerak lebih fleksibel selama memenuhi parameter teknis tertentu.
Sejumlah tim lain, seperti Alpine F1 Team dan Audi F1 Team, juga mencoba konsep berbeda. Ada yang menurunkan tepi belakang sayap lewat engsel depan, bukan mengangkat bagian depannya.
Tugas utama para insinyur adalah mencari dua konfigurasi sudut sayap: satu untuk menghasilkan downforce besar di tikungan, dan satu lagi untuk meminimalkan hambatan di lintasan lurus.
Cara paling mudah mengurangi hambatan adalah mengecilkan permukaan yang terkena angin. Cara lain adalah membuat sayap “stall” secara terkontrol agar hambatan induksi turun tanpa perlu pergerakan besar.
BACA JUGA:Pirelli Ciptakan 'Hujan Buatan' di Bahrain Demi Ban Basah F1 2026
BACA JUGA:Mercedes Bangkit di Tes F1 Bahrain 2026, George Russell Tembus 1:33 Usai Drama Mesin W17
Pendekatan Ferrari
Ferrari memilih langkah ekstrem. Elemen atas diputar sampai tepi belakangnya melewati posisi normal. Bentuk profil berubah drastis dan hambatan udara turun signifikan.
Secara teori, ketika tepi belakang maju melewati tepi depan, aliran udara terputus (stall). Kondisi ini mengurangi gaya angkat yang tidak dibutuhkan dan menekan hambatan, sehingga mobil lebih cepat di trek lurus.
Soal legalitas
Ada dua poin penting dalam aturan 2026:
-
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: