Pembunuhan di Kebun Karet Desa Gaung Asam, Sumsel: Cara Urai Kebohongan
ILUSTRASI Pembunuhan di Kebun Karet Desa Gaung Asam, Sumsel: Cara Urai Kebohongan.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Asumsi penjahat (yang sepenuhnya benar) adalah jika ia memberikan lebih banyak informasi akan memudahkan penyelidik untuk mendeteksi kebohongan mereka. Jadi, sebagai gantinya, mereka memberikan informasi yang lebih sedikit.
Asimetri dalam respons dari pembohong dan orang jujur (dari sinilah teknik AIM mendapatkan namanya) menunjukkan dua kesimpulan.
Saat menggunakan instruksi AIM, jika penyelidik dihadapkan dengan calon tersangka yang memberikan banyak informasi rinci, sangat mungkin mereka mengatakan yang sebenarnya. Sebaliknya, jika calon tersangka berbohong, penyelidik biasanya akan dihadapkan dengan pernyataan yang lebih pendek. Cerita singkat. Bahkan, untuk penjahat bodoh, ceritanya tidak logis.
Di kasus itu, Andi jago. Setelah mayat korban ditemukan, ia menyerahkan diri. Ia sadar peluang lolos tipis karena orang sekantor tahu bahwa saat akhir hidup Sri bersama Andi naik motor.
Kebohongan tersangka, ia mengaku meninggalkan begitu saja motor di wilayah Lembak. Tidak logis, untuk ukuran orang yang punya utang ke korban Rp2 juta dan tak terbayar.
Dari situlah polisi menyelidiki lebih dalam. Soal BPKB motor yang juga raib. Maka, kebohongan lain tersangka runtuh oleh kebohongan vital soal motor itu. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: