Seniman Beri Masukan Terkait Proses Seleksi Calon Pengurus Dewan Kebudayaan Surabaya
Cak Suro (tiga dari kiri) dan Meimura (udeng merah) saat mengikuti Musyawarah Kebudayaan Kota Surabaya, 14 Februari 2026.-Meimura-
Meimura juga menyayangkan peserta Musyawarah Kebudayaan Kota Surabaya yang bersifat terbatas. "Apalagi pendaftarannya pakai link. Jumlah 114 peserta tampaknya mengesankan. Tapi masih banyak yang tak bisa mengakses," katanya.
"Bahkan ditolak, eror, dan segala macam keluhan. Mereka yang sudah sepuh dan gagap gawai seperti kalah sebelum gelanggang dimulai," tambahnya.
Seniman ludruk Besutan itu juga memiliki satu kekecewaan lain. Yakni tidak terakomodasinya mereka yang seharusnya layak berbicara tentang kebudayaan Kota Surabaya.

Tim Transformasi Kebudayaan Kota Surabaya yang telah menyeleksi 26 nama calon pengurus Dewan Kebudayaan Surabaya pada 21 Februari 2026.-Meimura-
BACA JUGA:Kampung Kreatif Dupak Bangunrejo Meriahkan Peringatan Kemerdekaan RI dengan Sound Horeg dan Dongkrek
BACA JUGA:Teatrikal Surabaya Juang 2025 Angkat Peran Penting Bu Dar Mortir dan Lukitaningsih
"Seperti agamawan, pengusaha, tokoh masyarakat, pegiat kampung. Seolah-olah kebudayaan hanya milik seniman dan budayawan saja. Padahal, seluruh ekosistem harusnya terlibat. Namanya saja 'musyawarah'," ujarnya.
Senada, komedian Cak Suro mengatakan, "Nama saya tidak masuk dalam daftar calon pengurus. Karena saya dianggap belum mengirim esai yang jadi persyaratan wajib. Padahal sudah saya kirim," ungkapnya.
Ia juga memprotes proses voting yang menggunakan sistem digital saat musyawarah berlangsung. Baginya, sistem seperti itu bisa "dimainkan".
"Bisa saja ada indikasi tidak fair. Karena kami tidak tahu bagaimana proses penghitungannya. Tidak ada saksi. Tidak ada kejelasan. Tiba-tiba saja ada persentase keterpilihan di layar LCD," ujarnya.
BACA JUGA:Catatan dari Parade Surabaya Juang 2023: Wali Kota Terlambat, Spirit Kepahlawanan Hilang
"Wong milih calon pengurus Dewan Kebudayaan Kota Surabaya kok modele koyok pemilihan Indonesian Idol (memilih calon pengurus Dewan Kebudayaan Kota Surabaya kok prosesnya seperti pemilihan ajang Indonesian Idol, Red)," keluhnya.

Ekspresi Meimura saat berteater. Ia memberi masukan terkait Musyawarah Kebudayaan Kota Surabaya dan proses seleksi calon pengurus Dewan Kebudayaan Surabaya.--
Cak Suro sebenarnya telah melakukan protes saat musyawarah berlangsung. "Tapi mereka hanya menjawab, 'bukan wewenang kami untuk menjawab'," ujar eks personel grup lawan Ngelantur itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: