Seniman Beri Masukan Terkait Proses Seleksi Calon Pengurus Dewan Kebudayaan Surabaya
Cak Suro (tiga dari kiri) dan Meimura (udeng merah) saat mengikuti Musyawarah Kebudayaan Kota Surabaya, 14 Februari 2026.-Meimura-
Ia pun juga mengungkapkan kritik yang senada dengan Meimura. Yakni terkait transparansi proses seleksi yang telah dilakukan. Publik tidak bisa melihat sejauh mana proses seleksi tersebut.
"Banyak kejanggalan. Tapi hanya bisa tertawa geli. Tetep ndagel masio mangkel (tetap melucu meski sangat kecewa, Red)," pungkasnya.
BACA JUGA:Peringatan Hari Musik Nasional, Ziarah Indonesia Raya di Makam W.R. Soepratman
BACA JUGA:Semesta Simbol dalam Hari Musik Nasional 2024 (1): Garudeya sang Penyembuh
Di tengah pusaran pro-kontra, masyarakat Surabaya kini menantikan terbentuknya Dewan Kebudayaan Kota Surabaya.
Banyak kalangan berharap objektivitas tim seleksi. Transparansi. Juga tentu netralitas dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Bahwa yang terpilih bukan dari "orang dalam" atau "orang dekat" Pemkot Surabaya saja. Melainkan mereka yang benar-benar berjuang dengan hati. Demi memajukan kebudayaan kota ini. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: