Remaja Bercinta di Malang Berubah Jadi Pembunuhan: Kencan, Langsung Touring

Remaja Bercinta di Malang Berubah Jadi Pembunuhan: Kencan, Langsung Touring

ILUSTRASI Remaja Bercinta di Malang Berubah Jadi Pembunuhan: Kencan, Langsung Touring.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Jangan remehkan tingkat bahaya remaja berpacaran. Setidaknya, cewek Nganjuk HMZ, 17, kenal cowok Malang YDF, 22, via medsos Desember 2025. Kencan pertama, tur motor milik si cewek dari Nganjuk ke Kediri, Batu, Malang. Sampai di Malang, mereka cekcok. YDF membunuh HMZ dengan cekikan.

BEGITU gampangnya kepercayaan, gampangnya pembunuhan. Bahkan dengan alasan sepele. Untuk sepasang remaja yang baru kenal secara offline. Kasus begini sangat sering terjadi. Seolah masyarakat (calon korban) tak pernah belajar

Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar dalam jumpa pers di Polres Malang, Selasa, 24 Februari 2025, mengatakan, pelaku YDF ditangkap polisi Sabtu, 21 Februari 2026, bukan di rumahnya, melainkan di tempat kos di Malang. Itu sepekan setelah pembunuhan.

HMZ warga Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, Jatim. Dia siswi kelas XI jurusan pemasaran SMK PGRI 2 Kertosono. Jarak antara rumah ke sekolah sekitar 20 kilometer. Dia biasa naik motor.

BACA JUGA:Pembunuh Remaja di Bandung Diduga Gay: Waspadai Salah Gaul

BACA JUGA:Remaja Bunuh Remaja di Kampung Gajah, Bandung: Motif Sangat Sepele

Dia gadis cerdas. Guru BK SMK PGRI 2 Kertosono Khaffidz Miftakhul Mukhlis kepada wartawan menyatakan, prestasi belajar HMZ bagus. Anaknya ramah. ”Dia peraih sertifikat peserta olimpiade matematika,” katanya.

Dilanjut: ”Di kelas dia kritis. Suka bertanya ke guru saat pelajaran. Dia sering mendiskusikan pelajaran dengan teman-teman. Dia antusias belajar. Kami para guru di sini sangat berduka atas kepergiannya.”

YDF warga Kecamatan Jabung, Malang. Profilnya belum diungkap polisi, selain keterangan bahwa ia buruh harian lepas. Di usianya segitu, berarti ia tidak kuliah.

HMZ-YDF kenal via medsos awal Desember 2025. Lalu, saling bertukar nomor HP. Sejak itu mereka komunikasi intensif lewat HP. Dari pesan WA, telepon, kemudian video call. Dari situ mereka saling kenal wajah. 

Saat mereka komunikasi video call, ibunda HMZ, Damini, 40, tahu wajah YDF. Begitu juga ayahanda HMZ, Santoso, 49. ”Saya sempat lihat wajahnya (YDF) waktu mereka video call,” kata Santoso kepada wartawan.

Cuma itu perkenalan sepasang remaja tersebut. Di era internet sekarang, pertemuan fisik dianggap jadul, buang waktu-buang tenaga. Perkenalan online dianggap sudah cukup.

Lalu, YDF menawari HMZ jalan-jalan naik motor ke rumah YDF di Malang. Jarak antara rumah HMZ ke Malang sekitar 150 kilometer. Kalau mau, kata YDF, ia akan datang ke rumah HMZ di Nganjuk naik kendaraan umum, terus mereka berangkat ke Malang naik motor HMZ.

HMZ mau. Di sinilah potensi bahaya. Pada kencan pertama, dengan perjalanan cukup jauh (untuk ukuran warga desa di situ) juga dia ditarik menuju wilayah yang tidak dia kenal. Apalagi, perjalanan naik motor milik HMZ. Kalkulasinya merugikan HMZ.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: