Pelaku Bunuh-Mutilasi di Brebes Dijerat Pasal Pencurian: Mutilasi Terus Ditiru

Pelaku Bunuh-Mutilasi di Brebes Dijerat Pasal Pencurian: Mutilasi Terus Ditiru

ILUSTRASI Pelaku Bunuh-Mutilasi di Brebes Dijerat Pasal Pencurian: Mutilasi Terus Ditiru.-Arya/AI-Harian Disway-

Kasus mutilasi terbaru terjadi di Brebes, Jateng. Rokib, 45, tersangka pembunuh dan mutilasi Sapri, 67. Motifnya pelaku punya utang korban Rp5 juta. Ditagih berkali-kali, tak bayar. Akhirnya Rokib membunuh Sapri. Mayatnya dipotong jadi tiga bagian, lalu dimasukkan koper.

MUTILASI dimaksudkan pelaku untuk menghilangkan jejak kejahatannya. Kini kian banyak dilakukan pembunuh. Tak semua pembunuh bisa memutilasi. Butuh kekejaman luar biasa.

Di pembunuhan Sapri, motifnya utang. Rokib yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan tinggal tak jauh dari rumah Sapri di Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo, Brebes.

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah kepada wartawan menceritakan pada Senin, 16 Februari 2026, warga di desa itu menemukan mayat dalam koper besar. Tim polisi memeriksa TKP penemuan tersebut.

BACA JUGA:Motif Pembunuhan-Mutilasi di Lidah Wetan, Surabaya: Diawali Tiga Perkara

BACA JUGA:Pembunuhan dan Mutilasi Itu Terkuak dari Cincin Bermata Love

Lilik: ”Mayat dalam koper terpotong tiga itu kemudian diketahui sebagai Sapri, warga setempat. Mayat kami kirim ke RSUD Brebes untuk pemeriksaan.”

Hasil autopsi, tubuh korban dipotong-potong setelah meninggal. Penyebab kematian hantaman benda tumpul di belakang kepala. Ditemukan patah tulang tengkorak bagian belakang, dan kerusakan di sekitar tengkuk serta dasar tulang tengkorak.

Rokib dan Sapri saling kenal. Selain mereka bertetangga, Rokib dipekerjakan  menjaga rumah kosong milik Nia, keponakan Sapri yang bekerja jadi TKW di Hongkong. Rumah kosong itu akan direhab. Ada material bangunan seperti semen dan pasir di tempat itu.

Sehari-hari, jika tidak ada kerjaan kuli bangunan, Rokib menjaga rumah tersebut.

BACA JUGA:Pria Mutilasi Kekasih di Serang, Banten: Anak Kelahi dengan Waktu

BACA JUGA:Kasus Mutilasi Ngawi: Jika Suami Psikopat

Sekretaris Desa Sukareja Rohandi kepada wartawan menuturkan, jasad itu pertama ditemukan saudara pemilik rumah saat bersih-bersih pada siang hari, Senin, 16 Februari 2026.

Rohandi: ”Awalnya ia mencium bau busuk di sekitar rumah. Setelah ditelusuri, ditemukan koper besar tertutup pasir di salah satu ruangan rumah yang belum selesai pengerjaannya itu.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: