MBG Serap 30 Persen Anggaran Pendidikan, Istana: Sekolah dan Guru Tetap Prioritas
Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan pers di hadapan awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, pada Jumat, 27 Februari 2026. -Setkab-
Dengan skema tersebut, alokasi pendidikan tetap memenuhi amanat konstitusi sebesar 20 persen dari APBN. Namun, perubahan struktur belanja membuat komposisi pendidikan memang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, Said juga mengingatkan pentingnya tata kelola yang ketat. Terutama pada pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditargetkan mencapai puluhan ribu unit.
”Mereka perlu dicoret sebagai rekanan BGN dan bila perlu dimejahijaukan. Sebab, ulahnya membahayakan anak-anak penerima manfaat dan membuat target intervensi gizi yang dicanangkan presiden tidak tercapai,” katanya.
BACA JUGA:Prabowo Bantah Boros APBN untuk MBG saat Pidato di Forum Bisnis AS, Klaim Hasil Efisiensi
Program makan sekolah memang bukan hal baru. Banyak negara-negara yang sudah menjalankan program tersebut lebih lama. Namun, proporsi Indonesia memang relatif besar dibandingkan jika diukur dari persentase terhadap total anggaran pendidikan.
Proyeksi jangka panjang menunjukkan bahwa jika cakupan MBG mencapai target penuh pada 2029. Kebutuhan anggaran pun bisa melonjak hingga Rp 400-500 triliun per tahun.
Jika pertumbuhan ekonomi tidak mencapai 7–8 persen, potensi tekanan fiskal dan risiko terdesaknya belanja pendidikan lain otomatis akan menjadi isu yang perlu diantisipasi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: