Khofifah Luncurkan Program MAMA MAU NAIK KELAS, Resmikan Revitalisasi 60 Sekolah
Khofifah meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura-Humas Pemprov Jawa Timur -
“Kami mendorong seluruh kepala sekolah di Madura memiliki semangat kolektif dalam mengantarkan lebih banyak siswa menembus perguruan tinggi negeri,” ungkapnyi.
Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jatim menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur. Program ini diberikan bagi sekolah yang mampu meningkatkan capaian kelulusan siswa melalui jalur UTBK maupun SNBT secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Fenomena Child Grooming Jadi Perhatian, Dindik Jatim Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah
“Kalau targetnya dua kali lipat dari tahun lalu, akan ada reward berupa revitalisasi infrastruktur yang lebih komprehensif,” ujarnyi.
Revitalisasi sarana prasarana dilakukan di empat kabupaten di Madura. Yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Total ada 60 satuan pendidikan yang direhabilitasi, terdiri dari SMA, SMK, dan SLB. Nilai anggaran yang dialokasikan mencapai Rp47,83 miliar.
Revitalisasi bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar. Sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan menengah dan pendidikan khusus.
“Dengan fasilitas yang lebih representatif, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan,” ungkap Khofifah.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menekankan, peningkatan mutu pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Itu dilakukan agar proses belajar mengajar berlangsung maksimal dan optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah menyerahkan bantuan pendidikan kepada 40 siswa SMA dan SMK berprestasi dari keluarga prasejahtera se-Madura. Masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp1 juta.
Selain itu, bantuan 20 unit komputer diberikan kepada SMKN 2 Sampang. Bantuan tersebut untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
BACA JUGA:Khofifah Resmikan Program Permata Jatim di Mojokerto untuk Entaskan Kawasan Kumuh
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan program rehabilitasi dan revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerataan mutu layanan pendidikan serta pemenuhan standar sarana prasarana sesuai regulasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: