Pengamat: Perang AS–Israel vs Iran Masuk Tahap Perang Hibrida
Pengamat Militer dan Intelijen dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati.--istimewa
Terlebih, Presiden Prabowo Subianto telah memutuskan bergabung dalam Board of Peace (BoP) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurutnya, Indonesia tetap harus menjaga prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif agar tidak kehilangan jati diri dalam percaturan diplomasi internasional.
Prinsip bebas atau nonblok berarti Indonesia tidak berpihak pada pakta militer manapun ataupun kekuatan besar tertentu. Sikap ini mencerminkan posisi Indonesia yang tidak terikat pada rivalitas blok besar seperti yang pernah terjadi pada masa Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.
"Indonesia berdaulat dalam menentukan sikap dan kebijakan sendiri terhadap permasalahan internasional tanpa intervensi," tegas Susaningtyas.
BACA JUGA:Trump Wajibkan Iran Menyerah Tanpa Syarat untuk Akhiri Perang
BACA JUGA:Iran Klaim Lebih dari 200 Tentara AS Tewas dan Terluka dalam Operasi Janji Sejati 4
Sementara itu, prinsip aktif berarti Indonesia tidak bersikap pasif dalam menjaga perdamaian dunia. Negara ini justru terlibat secara aktif dalam upaya meredakan konflik, menjaga stabilitas global, dan memperkuat kerja sama internasional termauk melalui keterlibatan dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Maka dari itu, posisi Indonesia perlu ditegaskan dalam menghadapi konflik tersebut. Pemerintah Indonesia dapat mengambil peran sebagai mediator yang netral (honest broker), dengan menitikberatkan pada upaya de-eskalasi dan mengedepankan diplomasi kemanusiaan. (*)
*) Najwa Nabilla Rachmah, Peserta Magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: disway.id