Pelindo Tutup 2025 dengan Rekor Throughput, Fokus Ekspansi dan Efisiensi 2026
PT Pelindo Solusi Logistik Bertransformasi Jadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Perkuat Representasi Penyedia Layanan Pendukung Pelabuhan Terintegrasi-Istimewa-
BACA JUGA:Pelindo Petikemas Hadirkan Harapan Baru Bagi Perempuan di Lapas Malang
BACA JUGA:Pelindo Bersih, Wujud Komitmen GCG di Terminal Teluk Lamong
"Pertumbuhan arus peti kemas ini mencerminkan meningkatnya aktivitas layanan terminal serta optimalisasi operasional yang terus kami lakukan," ujar David.
Ia menambahkan bahwa fokus TTL tetap pada peningkatan produktivitas dermaga, pemanfaatan teknologi terminal, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran rantai pasok di wilayah Surabaya dan Jawa Timur.
Para eksekutif menilai bahwa lonjakan throughput kelompok terminal tidak terlepas dari serangkaian strategi peningkatan kapasitas dan efisiensi.

Lapangan penumpukan kontainer Pelindo Terminal Petikemas Surabaya (TPS).-TPS-TPS
Mulai dari modernisasi peralatan bongkar muat, perbaikan tata kelola operasional, hingga peningkatan layanan bernilai tambah bagi pelayaran dan pemilik barang.
Upaya tersebut dinilai krusial untuk menjawab tantangan permintaan logistik yang fluktuatif serta untuk memperpendek waktu tunggu kapal dan biaya rantai pasok.
Di luar capaian angka, Pelindo Terminal Petikemas Group menekankan komitmen ganda: memajukan kinerja bisnis sekaligus menjaga tanggung jawab sosial.
BACA JUGA:Pelindo Marine Siagakan Kapal Tunda Jayanegara 401 di Lumbung Energi Nusantara
BACA JUGA:Hibahkan Mesin ke BP2TL, Pelindo Marine Dukung Pengembangan SDM Maritim
Perusahaan menyatakan bahwa kelancaran operasi tidak hanya diukur dari throughput, tapi juga dari kontribusi terhadap kesejahteraan komunitas pelabuhan dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan kombinasi kinerja operasional yang tumbuh dan dorongan pada program-program sosial, Pelindo Terminal Petikemas Group menegaskan ambisinya sebagai penopang utama arus logistik nasional.
Pencapaian 2025 sekaligus menjadi pijakan bagi strategi ekspansi dan efisiensi di 2026, seiring target-target baru yang lebih ambisius ditetapkan.
Ke depan, perhatian manajemen akan tertuju pada optimalisasi jaringan terminal, kolaborasi ekosistem pelabuhan, serta pemanfaatan teknologi untuk merespons dinamika perdagangan global dan kebutuhan rantai pasok domestik. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: