Eskalasi Konflik Timur Tengah, Pertamina Evakuasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai
Pertamina mengevakuasi 19 pekerja dari Irak dan Uni Emirat Arab akibat eskalasi konflik Timur Tengah.-dok. Pertamina-
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Emergency Response Team (ERT) setelah muncul informasi mengenai serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Tim Pertamina yang bertugas di Irak terlebih dahulu melakukan perjalanan darat dari Basra menuju perbatasan Safwan dan masuk ke wilayah Kuwait. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Dammam di Arab Saudi.
Dari kota tersebut, para pekerja kemudian melanjutkan perjalanan udara menuju Jeddah sebelum akhirnya diterbangkan ke Indonesia.
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Raih Tiga Penghargaan Anugerah BUMN 2026
BACA JUGA:Daftar Harga BBM Pertamina Maret 2026 dan Cara Daftar Subsidi Tepat MyPertamina!
Sebagian personel berhasil tiba di Jakarta pada 10 Maret 2026, sementara sisanya menyusul sehari kemudian pada 11 Maret 2026.
Selain memprioritaskan keselamatan pekerja, PIEP juga secara aktif berkomunikasi dengan keluarga para perwira di Indonesia untuk memberikan informasi perkembangan situasi.
Perusahaan juga membuka layanan hotline 24 jam bagi keluarga yang membutuhkan informasi terkait kondisi pekerja.
Operasi Pertamina di Ladang Migas Raksasa Irak
Operasi Pertamina di Irak dijalankan melalui Pertamina Irak Eksplorasi dan Produksi (PIREP) yang mengelola kegiatan eksplorasi dan produksi minyak di blok West Qurna-1 Field (WQ-1), sekitar 50 kilometer barat laut Basra.
Blok tersebut termasuk salah satu ladang minyak terbesar di dunia. Sejak 2023, Pertamina memiliki hak partisipasi sebesar 20 persen dalam proyek tersebut.
BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran 2026, Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan BBM di SPBU Rest Area KM 57
BACA JUGA:Jaga Pasokan Energi Nasional, Pertamina Operasikan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026
Pengelolaan blok migas tersebut menggunakan skema Technical Service Contract (TSC) yang berbeda dengan sistem bagi hasil Production Sharing Contract (PSC) yang diterapkan di Indonesia.
Dalam skema TSC, perusahaan migas bertindak sebagai kontraktor jasa teknis dengan pembayaran tertentu dari pemerintah, sementara risiko produksi utama tetap berada di tangan negara pemilik wilayah migas.
Selain Pertamina, proyek West Qurna-1 juga melibatkan sejumlah mitra internasional seperti PetroChina, Basra Oil Company, Itochu, dan OEC State partner.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: