Efek Campur BBM Pertamina dan BBM Swasta pada Mesin Motor Injeksi 2026
Mencampur bahan bakar berbeda jenis saat perjalanan mudik dapat memengaruhi performa mesin, terutama pada motor dengan sistem injeksi modern.--Pinterest
HARIAN DISWAY - Saat perjalanan mudik Lebaran, pengendara motor sering kali terpaksa mengisi bahan bakar di berbagai SPBU dengan merek berbeda. Tanpa memperhatikan jenis bensin yang telah digunakan sebelumnya.
Kondisi itu membuat bahan bakar dari berbagai produsen berpotensi tercampur di dalam tangki kendaraan. Secara umum, pencampuran BBM tidak serta-merta merusak mesin dalam sekejap.
Namun, pada motor injeksi modern yang mengandalkan presisi sistem elektronik, perbedaan nilai oktan dan komposisi aditif dapat memengaruhi performa mesin secara signifikan. Terutama saat mesin bekerja keras di suhu tinggi.
Berikut tujuh efek yang perlu diwaspadai jika bahan bakar berbeda merek atau oktan tercampur di tangki motor injeksi:
BACA JUGA:6 Efek Buruk Campur Pertalite dengan Pertamax pada Mesin Motor Injeksi saat Perjalanan Jauh
BACA JUGA:Harga BBM Pertamina Terbaru Hari Ini Minggu 4 Januari 2026, Pertamax hingga Dex Turun
1. Perubahan Nilai Oktan Efektif dalam Tangki

Campuran bensin seperti Pertalite dan Pertamax dapat mengubah nilai oktan efektif di dalam tangki.-Life Pulse Daily-Pinterest
Setiap jenis bensin memiliki angka oktan berbeda. Seperti Pertalite (RON 90), Pertamax (RON 92), hingga produk swasta dengan spesifikasi bervariasi.
Ketika bensin beroktan tinggi dicampur dengan oktan lebih rendah, nilai oktan efektif dalam tangki akan berada di kisaran tengah.
Bagi motor yang dirancang untuk BBM beroktan minimal 92, kondisi itu dapat membuat proses pembakaran tidak mencapai efisiensi optimal. Itu memicu penyesuaian ECU yang berpotensi memengaruhi respons mesin.
2. Risiko Detonasi atau Knocking Saat Mesin Panas

Perbedaan angka oktan dapat meningkatkan risiko knocking atau bunyi “ngelitik” akibat pembakaran yang terjadi terlalu cepat di ruang mesin.-Tudo de motos-Pinterest
Detonasi, atau yang dikenal sebagai knocking, terjadi ketika pembakaran bahan bakar berlangsung terlalu cepat sebelum waktu pengapian yang tepat.
BACA JUGA:Update Harga Pertamax vs Shell Super Maret 2026, Mana Lebih Irit untuk Mudik Jarak Jauh?
BACA JUGA:Pertamax Turbo Hasilkan RON 91, Warganet Heboh di TikTok!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: