Cowok-Cewek Check In Hotel di Medan, Jadi Pembunuhan: Korban Terlalu Pasrah

Cowok-Cewek Check In Hotel di Medan, Jadi Pembunuhan: Korban Terlalu Pasrah

ILUSTRASI Cowok-Cewek Check In Hotel di Medan, Jadi Pembunuhan: Korban Terlalu Pasrah.-Arya/AI-Harian Disway-

Penelitian juga telah mengaitkan tindakan kekerasan dengan persetujuan terhadap kekerasan dan keyakinan seksual yang bersifat antagonis. Misalnya, keyakinan bahwa kekuasaan atas pasangan itu penting. 

Riset oleh Dorothy Espelage, guru besar pendidikan di Universitas North Carolina di Chapel Hill (UNC), menunjukkan bahwa guru memperkuat budaya kekerasan seksual dan kekerasan dalam hubungan kencan, ketika mereka mengabaikan pelecehan seksual yang terjadi di kelas, atau menyalahkan korban ketika seorang siswi melaporkan suatu insiden.

”Jika mahasiswa yang terlibat dalam pelecehan seksual mendapatkan popularitas dan tidak menghadapi konsekuensi, mereka akan terus melakukan hal itu kecuali budaya yang lebih luas mengirimkan pesan yang berbeda kepada mereka,” kata Espelage.

Alhasil, peran ortu dan guru sangat penting mencegah remaja jadi pelaku atau korban kekerasan seksual oleh pasangan mereka.

Belum diungkap polisi, bagaimana latar belakang pendidikan korban dan pelaku. Korban terlalu pasrah, menganggap bahwa semua orang pada dasarnya baik. Meski baru kenal, pun check in. Sebaliknya, pelaku menganggap orang yang berpikir seperti korban itu adalah benar-benar target. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: