Abu Janda Bermulut Besar
ILUSTRASI Abu Janda Bermulut Besar-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Andai Iran tidak punya minyak dan tidak mengontrol Selat Hormuz, tidak akan ada serbuan tentara Trump. Kalau tidak ada Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Syah Reza Pahlevi, AS sekarang tidak akan mengeluarkan biaya perang USD2 miliar atau setara Rp32 triliun per hari.
Bagi Noam Chomsky, organisasi teroris terbesar bukan Iran atau Hamas, melainkan Partai Republik Amerika Serikat. Chomsky menyebut AS sebagai pelaku terorisme negara yang paling berbahaya.
Media massa AS, kata Chomsky, adalah bagian dari Manufacturing Consent (1988). Media massa AS menjadi institusi ideologis efektif yang berkuasa dan melaksanakan fungsi propaganda untuk menopang kepentingan politik luar negeri AS.
Ada ilustrasi yang lucu. Ketika Mojtaba Khamanei terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran, media AS mengecam keras, menuduh Iran melakukan nepotisme dan politik dinasti.
Para pemimpin redaksi AS lupa bahwa George H. Bush mewariskan kepresidenen kepada anaknya, George W. Bush. Bill Clinton ingin mewariskan kepresidenen kepada istrinya, Hillary, tetapi gagal.
Donald Trump mengangkat anaknya, Ivanna, sebagai penasihat ahli. Dan, menantu Trump, Jared Kushner, menjadi operator dan negosiator utama di Timur Tengah. Mau tertawa, takut batal puasa….
Kabar mengenai kondisi Benjamin Netanyahu sampai sekarang masih simpang siur. Muncul postingan Vladimir Putin yang mengonfirmasi kematian Netanyahu. Kelihatannya rekayasa artificial intelligence. Namun, belum ada konfirmasi dari Israel.
Perang wacana dan narasi akan makin seru karena Mojtaba Khamanei terjun langsung melawan Trump dalam perang media sosial. Khamanei resmi punya akun di platform X milik Elon Musk.
Boleh saja Iran menyebut AS sebagai setan besar. Tetapi, teknologi setan besar boleh saja dipakai untuk memerangi si setan besar. Mau ketawa, takut gak dapat THR.... (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: