Teleologi Ramadan

Teleologi Ramadan

ILUSTRASI Teleologi Ramadan.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Dengan merujuk pada makna zakat itu sendiri yang berarti membersihkan dan menumbuhkan, dapat dikatakan bahwa harta yang dizakati akan menjadi harta yang bersih dan berkembang; sebagaimana juga diri seseorang yang dizakati akan melahirkan kepribadian bersih dan berjiwa besar.

Dalam Al-Qur’an, zakat dikenal juga dengan sebutan sadaqah, yang bermakna pembenar. Artinya, zakat merupakan pembenar iman seorang muslim (Al-Qaraḍāwī, 1973, p. 41). 

Karena itu, tidak dapat dikatakan sempurna iman seorang muslim jika ia tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap keluarga, tetangga, dan orang-orang di sekitarnya. 

Iman tidak hanya untuk ditancapkan dalam hati, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar.

Dari sini, kiranya jelas bahwa sekian ritual unik dalam bulan Ramadan sesungguhnya bukan semata rangkaian ibadah yang berdiri sendiri-sendiri. Namun, semuanya mempunyai tujuan masing-masing, yang bekerja bahu-membahu seperti sebuah sistem demi penyucian diri seorang muslim. (*) 

*) Muhammad Abdul Aziz, anggota Maqasid Institute, lembaga think tank berbasis di AS yang bergerak dalam upaya pengarusutamaan diskursus maqasid al-shariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: