LPOI Gandeng Lembaga Mesir Perkuat Diplomasi Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

LPOI Gandeng Lembaga Mesir Perkuat Diplomasi Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj menandatangani perjanjian kerjasama dengan Muassasah Risalatussalam Al Alam dari Mesir -LPOI-

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) melakukan langkah nyata dalam merespons ketidakpastian situasi geopolitik global dengan menjalin kerja sama strategis bersama lembaga internasional asal Mesir, Muassasah Risalatussalam Al Alam.

Kerja sama ini difokuskan untuk menjadikan Islam sebagai kekuatan peradaban yang mampu mendorong perdamaian dunia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan langsung oleh Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, dan Pimpinan Muassasah Risalatussalam Al Alam, Dr Majdy Thontowy di Pondok Pesantren Al Tsaqofah pada 1 Mei 2026.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam Imam Pituduh, beserta jajaran pengurus pusat lainnya.

Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam, KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa konsolidasi dunia Islam saat ini merupakan sebuah kewajiban. Menurutnya, dialog peradaban yang mengedepankan nilai kemanusiaan harus segera digerakkan guna mencegah ketegangan antarnegara berujung pada kehancuran total atau perang dunia ketiga.

BACA JUGA:Prof. Dr. Kh. Said Aqil Siroj, M.A. Hadiri Pembukaan Buddhayana Culture Expo 2023 yang Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Cabang Surabaya

BACA JUGA:Menag: Al-Azhar Mesir Siap Kirim 1.000 Dosen ke Indonesia, Perkuat Pendidikan Islam dan Bahasa Arab

"Kesadaran global dan partisipasi lintas negara harus digalang agar konflik global segera berakhir. Dibutuhkan terobosan strategis serta juru damai terpercaya yang bisa diterima secara global. Dalam ruang ini, Indonesia sangat berpotensi menjadi konsolidator perdamaian dunia," ujar Said Aqil Siroj.

Beliau juga menegaskan bahwa segala bentuk penjajahan, penindasan, serta tindakan provokatif yang melanggar hukum internasional tidak dapat dibenarkan. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mengajak kaum agamawan untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mengambil peran aktif dalam melakukan rekayasa peradaban masa depan.

BACA JUGA:Gus Yahya: Presiden Serius Dorong Perdamaian Timur Tengah, Indonesia Siap Jadi Mediator

BACA JUGA:Tofan Mahdi: Pemerintah Indonesia Harus Memihak Iran dalam Perang di Timur Tengah

Sekretaris Jenderal LPOI Imam Pituduh menjelaskan bahwa kolaborasi ini mencakup lima program strategis, yakni diplomasi budaya, dakwah transnasional berbasis moderasi, pengembangan riset dan pusat studi, pertukaran pelajar Indonesia-Mesir, serta penguatan pendidikan formal maupun informal.

Sementara itu, Dr Majdy Thontowy selaku pimpinan delegasi Mesir menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti kerja sama ini. Selain mengundang delegasi Indonesia ke Mesir untuk dialog lanjutan, pihaknya juga menyiapkan program beasiswa bagi para santri serta kolaborasi publikasi karya ilmiah.

"Indonesia dan Mesir akan menjadi episentrum peradaban Islam di masa depan. Islam harus selalu hadir sebagai rahmat bagi semuanya, menunjukkan citra diri yang ramah, damai, dan toleran," tutur Majdy.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: