Perang Iran dan Kompleksitas Geopolitik di Timur Tengah

Perang Iran dan Kompleksitas Geopolitik di Timur Tengah

PENULIS seusai nyekar di makam Yasser Arafat di Ramallah, Palestina.-AI-

Apakah yang akan terjadi ke depan? Wallahua’lam

Keberanian Iran dalam membalas serangan israel dan amerika adalah tindakan yang dilindungi oleh hukum internasional. Dengan segala keterbatasan karena embargo amerika sejak 1979, Iran masih mampu membalas dan memberikan perlawanan yang setimpal melawan dua negara dengan teknologi militer paling canggih di dunia. 

Kemenangan Iran akan menjadi titik balik perubahan peta geopolitik di Timur Tengah dan dunia. Hegemoni amerika akan runtuh dan Iran akan menjadi pemain utama baru dalam peta geopolitik dunia. 

Sebaliknya, jika Iran kalah, amerika dan israel akan menjadi poros utama kekuatan ekonomi, politik, dan militer dunia. Bisa jadi amerika akan keluar dari NATO dan mendirikan pakta pertahanan baru bersama israel, serta mungkin Indonesia dan Arab Saudi  akan diundang masuk sebagai anggota. 

Dalam konteks perang Iran saat ini, yang masih ditunggu adalah sikap negara-negara (mantan) komunis seperti Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara. Apakah mereka hanya menjadi penonton atau masih menunggu perkembangan konflik ini ke depan. 

Belum ada tanda-tanda ketiga negara tersebut akan melibatkan diri secara langsung dalam perang tersebut. Rusia dan Tiongkok hanya mengecam serangan israel dan amerika ke Iran sebagai tindakan ilegal dan tidak bisa dibenarkan. Sementara itu, Pyongyang masih diam seribu bahasa dan sibuk dengan uji coba rudal. 

Mendengar pernyataan yang disampaikan donald trump maupun menteri pertahanan amerika pete hegseth, perang Iran dengan israel dan amerika sekarang adalah sebuah bentuk nyata benturan peradaban abad ke-21. 

Sebuah perang yang tidak hanya karena alasan ekonomi, tetapi juga perang budaya, ideologi, dan peradaban. Siapa yang lebih unggul dan akan menghegomoni dunia. Dunia Barat-kah yang sebelumnya sukses mengalahkan sistem komunis dalam Perang Dingin,  zionismekah, ataukah ini adalah momentum kebangkitan peradaban Islam? 

Jawabannya kita tunggu hingga tiga pihak yang berperang ada yang menyerah tanpa syarat atau bersepakat menyelesaikan di meja perundingan. (*)

*) Tofan Mahdi adalah wartawan senior dan alumnus Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) Jakarta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: