AS Kirim Proposal Damai ke Iran, Harapan Akhiri Perang Timur Tengah Menguat

AS Kirim Proposal Damai ke Iran, Harapan Akhiri Perang Timur Tengah Menguat

Seorang pria memegang bendera Iran yang menampilkan wajah mendiang dan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ali dan Mojtaba Khamenei, di sepanjang Lapangan Enghelab, di pusat Teheran pada 25 Maret 2026.--AFP


Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan selama upacara pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS yang baru, Markwayne Mullin, di Ruang Oval Gedung Putih, Washington DC, pada 24 Maret 2026.-CHIP SOMODEVILLA-AFP

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi distribusi energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melintas di wilayah tersebut. Selama konflik berlangsung, Iran diketahui membatasi akses jalur tersebut sebagai respons terhadap serangan militer AS-Israel.

Organisasi maritim internasional menyebut Iran memberikan sinyal akan mengizinkan kapal non-musuh melintas, meski tetap menutup akses bagi kapal yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, menyatakan kesiapan untuk melepas cadangan minyak strategis jika diperlukan guna menstabilkan pasokan global.

BACA JUGA:Trump Beri Waktu Iran 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz, Ancam Musnahkan Jaringan Listrik

BACA JUGA:Rudal Iran Hantam Kota Tua Yerusalem, Dekat Situs Suci Tiga Agama

Upaya diplomasi itu menjadi titik penting setelah konflik sebelumnya memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran resesi global. Pasar mulai merespons positif sinyal de-eskalasi, meski pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap perkembangan situasi.

Para analis menilai keberhasilan proposal damai akan sangat bergantung pada kemampuan kedua pihak untuk mencapai kompromi tanpa kehilangan posisi politik masing-masing.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait penerimaan atau penolakan terhadap proposal tersebut. Namun, meningkatnya aktivitas diplomatik dinilai sebagai indikasi awal bahwa jalur negosiasi mulai terbuka. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: