Cegah Kemacetan Ketapang–Gilimanuk Terulang, Pemerintah Siagakan 32 Unit Kapal Penyeberangan

Cegah Kemacetan Ketapang–Gilimanuk Terulang, Pemerintah Siagakan 32 Unit Kapal Penyeberangan

Suasana penyeberangan Ketapang–Gilimanuk saat arus balik Lebaran 2026, antisipasi lonjakan kendaraan dilakukan melalui penambahan kapal dan pengaturan buffer zone.-Kemenhub-

HARIAN DISWAY - Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi puncak arus balik gelombang kedua di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang diprediksi terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 besok.

Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kamis, 26 Maret 2026. Fokus utama adalah menjaga kelancaran arus kendaraan dari Jawa menuju Bali agar tidak terjadi penumpukan ekstrem.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menekankan pentingnya respons cepat di lapangan. Ia menyebut pengendalian arus harus mengacu pada parameter operasional agar tetap dalam batas aman.

"Untuk mekanisme Tiba - Bongkar - Berangkat (TBB) kita memiliki parameter V/C ratio maksimal 0,6. Maka keputusan harus diambil secara cepat dan jangan terlambat sesuai dengan kondisi di lapangan," kata Aan dalam arahannya. 

BACA JUGA:Jelang Lebaran Ketupat, Pemerintah Imbau Waspadai Lonjakan di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

BACA JUGA:Diskon Tol 30 Persen Berlaku 26–27 Maret, Arus Balik Lebaran Diprediksi Memuncak Lagi

Belajar dari arus mudik sebelumnya, Kemenhub memperkuat pemanfaatan buffer zone dan sistem penundaan kendaraan (delaying system) Upaya ini dilakukan untuk mengurai antrean panjang sebelum masuk ke area pelabuhan.

Sejumlah lokasi telah disiapkan sebagai titik penyangga. Kendaraan roda empat dan bus diarahkan ke Grand Watudodol dan Kantong Parkir Bulusan. Sementara kendaraan barang ditempatkan di Sri Tanjung serta area parkir PT Pusri dan Pelindo.

Dari sisi operasional kapal, jumlah armada juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Saat normal, total 2 unit 28 kapal beroperasi. Ketika padat, armada ditambah menjadi menjadi total 30 kapal, dan dalam kondisi sangat padat bisa mencapai 32 kapal.

Jika lonjakan semakin tinggi, jumlah kapal dapat ditambah hingga 35–40 unit. Selain itu, dua kapal bantuan dengan kapasitas 60–80 kendaraan turut disiapkan.

BACA JUGA:Penyebab Oli Motor Matic Cepat Habis setelah Mudik dan Balik, Waspadai sebelum Terlambat

BACA JUGA:Posko Mudik DPC PDIP Kabupaten Jombang Sediakan Ambulans dan Fasilitas Gratis 24 Jam

Data PT ASDP Indonesia Ferry mencatat, hingga H+3 Lebaran, sekitar 41 ribu kendaraan telah menyeberang ke Bali. Namun, masih ada lebih dari 114 ribu kendaraan yang belum menyeberang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: