Makam Kerajaan Dinasti Ming di Shanxi Ungkap Sistem Klan Kekaisaran
Patung kuda dari tembikar yang digali dari makam kuno keluarga Dinasti Ming.-China Daily-
Wang Jingyan, ketua proyek sekaligus peneliti dari Institut Arkeologi Provinsi Shanxi, menyebut bahwa Zhu Yinxun memperoleh gelar sebagai jenderal pelindung negara. Gelar itu diterimanya pada usia 15 tahun. Kemudian Yinxun wafat pada usia 65 tahun.
“Prasasti yang ditemukan memuat informasi penting. Meliputi adat pemakaman, gelar, gaji, hingga praktik pernikahan dalam keluarga kekaisaran Dinasti Ming,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pernikahan anak-anak Zhu Yinxun diatur secara strategis. Dibicarakan dengan keluarga pejabat maupun tokoh lokal terkemuka.

Sebuah prasasti batu ditemukan di makam keluarga Zhu Yinxun, keturunan generasi keenam dari Zhu Yuanzhang, kaisar pendiri Dinasti Ming (1368-1644), di provinsi Shanxi.-China Daily-
BACA JUGA:Festival Hanyi di Tiongkok, Tradisi Hangat untuk Mengenang Leluhur
Anak tertuanya menikah dengan putri pejabat protokol, anak kedua dengan putri wakil menteri, anak ketiga dengan putri sarjana lokal, dan anak bungsu dengan putri pemegang gelar kehormatan shouguan.
Selain itu, tim arkeolog menemukan total 722 artefak dari lokasi tersebut. Termasuk 647 benda keramik glasir, 43 artefak tembikar, 14 porselen, serta 18 prasasti batu.
Benda-benda itu mencakup patung figur, miniatur rumah, wadah ritual, serta peralatan sehari-hari. Semuanya memberikan gambaran kehidupan sosial keluarga kekaisaran pada masa Dinasti Ming.
Penemuan itu menjadi yang pertama di Shanxi. Dengan kondisi pelestarian yang baik serta dokumentasi garis keturunan yang jelas. Sehingga dinilai sangat penting untuk kajian sejarah sistem klan kekaisaran Tiongkok. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: china daily