Bakti Sosial Paskah, Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Menebar Kasih dalam Keberagaman

Bakti Sosial Paskah, Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Menebar Kasih dalam Keberagaman

Perwakilan warga yang menerima paket sembako di unit sosial Dharma Putra Swadaya. - Rosyidah Ariyati - Harian Disway

"Kegiatan ini berlangsung dalam masa puasa umat Katolik. Kami bersyukur, Bapak dan Ibu tuntas melaksanakan ibadah Ramadan dan sudah Idulfitri kembali. Hari ini kita mewujudkan rasa saling menghormati dan gotong royong melalui bakti sosial,” ungkap Erick Saputra, direktur Yayasan LKD Surabaya.

Ia menambahkan bahwa Paskah tahun ini sangat spesial. Sebab, masa puasa umat Katolik, Kristen Protestan, dan Islam berlangsung bersamaan.

Momentum tersebut, menurut Erick, menjadi saat yang tepat untuk saling peduli dan berbagi kepada siapa pun yang membutuhkan, tanpa pandang bulu.

BACA JUGA:Polda Jatim Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

BACA JUGA:Gus Muhdlor Dukung Komunitas Gelar Bakti Sosial


PROSES REGISTRASI KUPON dilakukan sebelum pembagian paket sembako Jumat, 27 Maret 2026.--Dokumentasi Yayasan LKD Surabaya

“Makna Paskah adalah berbagi kebahagiaan. Sebagaimana Tuhan memberikan kebahagiaan melalui kebangkitan-Nya, kami mensyukuri keselamatan itu dengan berbagi di tengah kondisi ekonomi global saat ini,” lanjut Erick.

Panitia yang membantu pelaksanaan bakti sosial Jumat pagi hingga siang itu pun terdiri atas umat lintas agama. Ada yang Muslim, ada pula yang Kristiani.

Para remaja SMP dan SMA binaan LKD Surabaya juga membantu. Mereka bahu membahu dengan panitia Paskah Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Surabaya dalam bakti sosial. 

"Puasa dalam tradisi Katolik itu bukan sekadar menahan lapar. Namun, jalan menuju pertobatan," papar Romo Yosef Eko Budi Susilo, ketua Yayasan LKD Surabaya. 

BACA JUGA:477 Gereja Katolik di Indonesia Siapkan Tempat Istirahat untuk Pemudik pada Lebaran 2026

BACA JUGA:Pantau Gereja Jelang Natal, Eri Cahyadi Titip Doa untuk Kota Surabaya

Lebih lanjut, Romo Eko mengatakan bahwa selama masa puasa, umat menyisihkan sebagian miliknya untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

"Ini menunjukkan kaitan erat antara puasa, doa, dan amal kasih,” terang rohaniwan berkacamata itu.

Menurutnya, amal sendiri merupakan wujud nyata dari kasih yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus melalui tindakan berbagi. Kegiatan bakti sosial itu menjadi bentuk kepedulian umat Katolik terhadap sesama tanpa memandang agamanya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: