10 Fakta Sebulan Perang AS–Israel vs Iran yang Mengguncang Timur Tengah dan Dunia
Fasilitas pengolahan baja terbesar di Iran terbakar akibat serangan Israel pada hari Jumat, 27 maret 2026-Amir Hesaminejad/Tasnim News Agency-
Banyak warga terpaksa mengungsi untuk menghindari serangan lanjutan. Gelombang pengungsi internal meningkat tajam dalam waktu singkat.
Krisis kemanusiaan mulai menjadi perhatian dunia internasional, dengan berbagai organisasi menyerukan gencatan senjata.
4. Ribuan Target Militer Dihancurkan
Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan ribuan target militer Iran selama operasi berlangsung. Target tersebut mencakup fasilitas senjata, radar, hingga sistem pertahanan udara.
Serangan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tujuan melemahkan kemampuan tempur Iran dalam jangka panjang. Teknologi satelit dan intelijen digunakan untuk menentukan sasaran.
Meski demikian, Iran masih mampu mempertahankan sebagian besar infrastrukturnya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pertahanan Iran cukup tangguh dan tidak mudah dilumpuhkan.
BACA JUGA:Donald Trump Melunak, Siap Akhiri Perang Iran
BACA JUGA:Iran Tantang Balik Gertakan Trump: Siap Ratakan Infrastruktur AS di Timur Tengah
Serangan terhadap target militer juga berdampak pada wilayah sekitar, terutama jika berada dekat dengan permukiman. Risiko kerusakan tambahan menjadi tidak terhindarkan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perang tidak hanya berdampak pada militer, tetapi juga pada kehidupan sipil di sekitarnya.
5. Sistem Pertahanan Israel Ditembus
Salah satu perkembangan penting dalam konflik ini adalah keberhasilan beberapa rudal Iran menembus sistem pertahanan Israel. Hal ini mengejutkan banyak pihak mengingat Israel memiliki sistem pertahanan udara canggih.
Sistem seperti Iron Dome dan sistem pertahanan berlapis lainnya tetap mampu mencegat sebagian besar serangan. Namun, tidak semua proyektil berhasil dihentikan.

Donald Trump Melunak, Siap Akhiri Perang Iran. Di lapangan, serangan masih berlangsung. Sebuah gedung hancur terkena rudal di Teheran, 23 Maret 2026.--
Beberapa rudal berhasil mencapai wilayah permukiman dan menyebabkan kerusakan. Ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait efektivitas sistem pertahanan yang selama ini dianggap sangat kuat.
BACA JUGA:Trump Beri Waktu Iran 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz, Ancam Musnahkan Jaringan Listrik
BACA JUGA:Trump Samakan Serangan AS ke Iran dengan Pearl Harbor, Singgung Jepang di Depan PM Takaichi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: