Balut Tragedi dalam Komedi, Open Mic Stand Up Comedy Indo Surabaya Diwarnai Roasting Diri Sendiri

Balut Tragedi dalam Komedi, Open Mic Stand Up Comedy Indo Surabaya Diwarnai Roasting Diri Sendiri

Para komika mengadu komedi masing-masing di 808 Coffeebar Surabaya pada Sabtu, 4 April 2026. - Calista Salsabila Azhari - Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Komunitas Stand Up Comedy Indo SURABAYA punya serangkaian acara untuk mengasah kreativitas dan ketajaman narasi para komika di Kota Pahlawan. Mulai dari sharing session sampai latihan di atas panggung seperti dalam kompetisi sebenarnya.

Sabtu, 4 April 2026, para komika Open Mic dalam ajang latihan di 808 Coffeebar Surabaya. Sebelum tampil dalam acara yang didukung Tipsy Tales itu, para komika lebih dulu mendapatkan pelatihan dari para senior dalam sharing session.

Karena itulah, Sabtu malam itu, para komika tampil dengan penuh percaya diri setelah pembekalan dan riset. Uniknya, panggung latihan tersebut terbuka untuk umum, bukan hanya mereka yang sedang merintis jalan menjadi komika.

"Siapa pun bisa tampil di panggung ini. Penonton yang niatnya hanya melihat pun, kami persilakan open mic,” kata Farrel Fazl Rabbani, marketing communication Stand Up Comedy Indo Surabaya.

BACA JUGA:Komedi Hari Komedi (3): Komunitas Stand Up Indo-Surabaya, Tempat Tumbuh Para Komika

BACA JUGA:Polda Metro Jaya Terima Laporan Dugaan Penghasutan dan Penistaan Agama Terkait Stand Up Comedy Mens Rea

Topik materi komedi yang dibawakan beragam. Ada yang soal politik, keresahan pribadi, hubungan sosial, dan lain-lain. Tidak ada persyaratan khusus untuk menampilkan materi stand up comedy.

Misalnya, Faiz Kusuma. Komika 26 tahun asal Jambi itu membawakan materi tentang pengalaman yang terjadi dalam kehidupan pribadinya. Faiz yang saat ini tinggal di Surabaya itu curhat soal tubuhnya yang besar. 

"Kata Ibu, waktu kecil aku dipaksa menelan beras kencur. Sejempol kata tukang jamunya. Tapi kok badanku jadi besar begini?” ucapnya, me-roasting diri sendiri.

Reaksi penonton tentu bermacam-macam. Ada yang tertawa terbahak-bahak. Ada yang hanya tersenyum. Ada pula yang diam saja, dan ada pula yang hanya bengong.

BACA JUGA:Ngabuburit di Wisma Jerman Surabaya, Nonton Film Komedi Hello Again

BACA JUGA:Gisella Anastasia dan Gading Rujuk Lagi di Film Komedi Modual Nekad, Penonton Nobar Terpingkal!

Ada lagi tipe yang tidak responsif. Yakni, asyik main ponsel dan minum kopi. Namun, seperti itulah tantangan yang harus dihadapi komika. Reaksi orang-orang yang mendengar langsung narasi mereka di panggung adalah ujian mental.

Jika kebekuan menguasai ruangan, komika biasanya menyiasatinya lewat interaksi dengan penonton. "Yang ini, sudah menikah berapa lama? 10 tahun? Maaf, Mas. Aku agak susah menghitung, gula darahku tinggi,” ucap Faiz.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: