Pemuda Bunuh Nenek yang Menyayanginya di Siak: Krisis Masa Remaja

Pemuda Bunuh Nenek yang Menyayanginya di Siak: Krisis Masa Remaja

ILUSTRASI Pemuda Bunuh Nenek yang Menyayanginya di Siak: Krisis Masa Remaja.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Tersangka Iqbal Alfarizi, 23, tergolong remaja akhir. Ia diduga membunuh neneknya yang berusia 70 tahun di Siak, Riau, demi mencuri perhiasan emas dan uang Rp15 juta. Padahal, ia disayang sang nenek. Peristiwa itu pelajaran bagi para ortu.

INI tampak seperti kriminal ”kecil” di pedalaman Riau. Meskipun, pembunuhan kejahatan terkeji manusia. Masyarakat bisa memandang sepele. Sebab, pelaku remaja desa, dengan korban perempuan tua. Namun, model begini banyak terjadi.

Kepala Seksi Humas Polres Siak Aipda Dedek Prayoga kepada wartawan, Sabtu, 4 April 2026, mengatakan bahwa pembunuhan terjadi Kamis, 2 April 2026. Di rumah korban yang juga dihuni tersangka di Kampung Suka Mulya SP 12, Kecamatan Dayun, Siak.

Dedek: ”Diduga pembunuhan dilakukan pagi dan baru diketahui malamnya, Kamis, 2 April 2026. Korban terkunci di dalam rumahnya. Orang pertama yang mengetahui adalah anak korban bernama Wadi. Lalu, ia lapor polisi.”

BACA JUGA:Lagi, Cucu Bunuh Nenek

BACA JUGA:Nenek Mandi Lumpur, Duet Medsos-Pengemis

Saat polisi melakukan olah TKP, si nenek (belum disebutkan namanya) sudah meninggal dengan leher tergorok. Parang berlumur darah ada di dalam rumah itu. Polisi mencari satu-satunya orang yang tinggal bersama nenek, yakni tersangka Iqbal. Namun, Iqbal menghilang.

Dedek: ”Itu mencurigakan. Setelah kami selidiki mendalam, kecurigaan menguat. Akhirnya tersangka IA kami tangkap di wilayah Kecamatan Lubuk Dalam, Jumat (3 April 2026). Ia mengakui perbuatannya.”

Polisi masih mendalami motif. Namun, dari kehilangan perhiasan emas dan uang Rp15 juta milik korban, sangat mungkin motifnya pencurian dengan pembunuhan.

Ketua Rukun Kampung Suka Mulya bernama Sampurna, kepada wartawan, mengatakan bahwa korban dikenal sebagai sosok baik oleh warga.

Sampurna: ”Pada Kamis (2 April 2026) dari pagi sampai magrib, pintu rumah korban terkunci. Lampu di luar rumah hidup, tapi sepi. Anak korban bernama Pak Wadi berkali-kali datang ke situ karena curiga.”

Malamnya Wadi menjebol jendela rumah tersebut. Ia masuk rumah. Lalu, ia menyalakan lampu di dalam rumah. Ia mendapati korban terkapar berlumur darah di lantai ruang tamu dekat TV. Wadi berteriak histeris. Warga berdatangan, lalu lapor polisi.

Tetangga yang enggan disebut namanya kepada wartawan mengatakan, Wadi adalah anak korban, sedangkan tersangka Iqbal adalah keponakan Wadi. 

Tetangga: ”Pelaku semula ikut ayahnya yang tinggal di desa lain. Ayah dan ibunya sudah cerai, lalu ayahnya kawin lagi. Jadi, pelaku tinggal dengan ayah dan ibu tiri. Kemudian, kabarnya, pelaku diusir ayahnya.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: pembunuhan