SAL Rp420 Triliun di BI, Jadi Tameng APBN Hadapi Lonjakan Harga Minyak

SAL Rp420 Triliun di BI, Jadi Tameng APBN Hadapi Lonjakan Harga Minyak

Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hadapi kenaikan harga minyak.-Disway.id/Fajar Ilman-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Pemerintah mengandalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun sebagai penopang stabilitas fiskal saat tekanan global meningkat.

Ketika harga minyak dunia naik, dana tersebut digunakan sebagai bantalan untuk meredam dampaknya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa cadangan itu ditempatkan di Bank Indonesia dan sejumlah perbankan.

Penempatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam mengelola kas negara.

BACA JUGA:Defisit APBN Bulan Maret Mencapai Rp240 Triliun, Purbaya: Itu Hal Wajar

BACA JUGA:BBM Subsidi Aman Sampai Akhir Tahun, Purbaya Siapkan “Tameng” Hadapi Lonjakan Harga Minyak

“Kalau misalnya orang bilang harga minyak 150 dollar AS, kita masih punya SAL Rp 420 triliun. Jadi bantalan kita ada banyak, pertahanan kita berlapis-lapis,” kata Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin 6 April 2026.

Menurut penjelasannya, dana sekitar Rp300 triliun disimpan di sektor perbankan. Sementara itu, sisa Rp120 triliun lainnya ditempatkan di Bank Indonesia.

“Rp 200 triliun di bank, lalu saya tambah Rp 100 triliun lagi, jadi Rp 300 triliun. Sisanya Rp 120 triliun masih di BI,” ucapnya.

BACA JUGA:Hoaks Video Purbaya Sebut BBM Rp16 Ribu Viral, Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan

BACA JUGA:Harga Minyak Naik, Purbaya Buka Opsi Penghematan Anggaran MBG

Keberadaan SAL dipandang krusial dalam menjaga ketahanan APBN 2026, khususnya saat tekanan harga energi meningkat karena dinamika global. Pemerintah menjalankan pengelolaan kas secara cermat dan terukur.

Agar stabilitas pasar tetap terjaga, penempatan dana diatur tanpa mengganggu likuiditas.

“Manajemen kasnya kita atur sedemikian rupa supaya tidak mengganggu suplai uang di pasar,” ujarnya.

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Alokasikan Rp55 Triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri

BACA JUGA:Penerimaan Pajak Bulan Januari 2026 Melonjak 30,7 Persen, Purbaya: Sinyal Perbaikan Ekonomi

Ia turut menyoroti perkembangan likuiditas dalam negeri. Pertumbuhan uang primer atau M0 tercatat mencapai 19 persen. Jika tren tersebut berlanjut, angka M0 diperkirakan bisa menembus 22 persen hingga akhir tahun.

Situasi ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masih terus bergerak. “Kalau itu bisa dijaga sepanjang tahun, bisa tumbuh di atas 22 persen. Artinya ekonomi berjalan,” kata Purbaya. (*)

*) Abidah Hayu Anggonoraras peserta magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kompas.com