Pembunuhan Balas Dendam di Pinggir Sungai Martapura: Dari Manis ke Pahit
ILUSTRASI Pembunuhan Balas Dendam di Pinggir Sungai Martapura: Dari Manis ke Pahit.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Dendam memicu pembunuhan. Tersangka Ahmad Rasyid, 24, dalam interogasi polisi, mengaku, ia membunuh Abdillah, 28, karena Dendam lama. Dengan satu tikaman pisau. Kena leher kiri tembus kanan. Korban tewas saat ditolong warga.
SEMUA orang pasti pernah dendam karena disakiti orang lain. Setelah melampiaskan dendam, umumnya pelaku akan merasa lega. Namun, setelahnya kebanyakan menyesal.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Timbul Siregar kepada wartawan menceritakan, tersangka Ahmad Rasyid (AR) dibekuk, Sabtu, 4 April 2026, tiga hari setelah pembunuhan. ”Kini ia masih kami periksa intensif,” katanya.
TKP pembunuhan di Jalan Panglima Batur Gang Masjid Jami 1, Kelurahan Sei Jingah, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, Rabu malam, 1 April 2026. Lokasinya di pinggiran Sungai Martapura.
BACA JUGA:Anak Bunuh-Mutilasi Ayah di Bulukumba, Sulsel: Overkill Efek Dendam
BACA JUGA:Pembunuhan Brutal di Dusun Seriwang, Lampung: Akibat Dendam Kesumat
Setelahnya, pelaku Rasyid kabur naik motor. Ia dibekuk polisi di sebuah rumah di Jalan G. Obos XVIII, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu siang, 4 April 2026. Jarak antara TKP dan lokasi penangkapan sekitar 195 kilometer. Jika ditempuh motor sekitar empat jam.
Motifnya dendam. Namun, polisi belum memerinci latar belakang masalah penyebab pelaku dendam.
Saksi mata Muhammad Syahroni Samudera, 31, kepada wartawan, menjelaskan kronologi pembunuhan.
Rabu, 1 April 2026, sekitar pukul 19.00 Wita, saksi Syahroni berjalan kaki bersama korban Abdillah di sekitar TKP. Mereka teman. Mereka hendak memancing di Sungai Martapura. Itu sungai besar. Terbesar kedua setelah Sungai Barito, Kalimantan. Lebar (rata-rata) Martapura sekitar 100 meter, panjang sekitar 600 kilometer. Atau, hampir Jakarta–Surabaya.
BACA JUGA:Perampokan Sadis di Rumah Bos Sate di Boyolali: Rampok atau Dendam?
BACA JUGA:Dendam Kesumat Enam Tahun, Tikam Kakak Ipar Berkali-kali
Sebuah sepeda motor berhenti di depan Abdillah dan Syahroni. Pengemudinya pemuda. Tampaknya pemuda itu sengaja menghadang langkah Abdillah dan Syahroni.
Syahroni: ”Saya tidak kenal anak itu. Ia memandangi Abdillah. Ia bilang, apa kalian lagi yang mau kulukai?”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: