Kapal Tanker Kini Harus Bayar Bitcoin untuk Lewati Selat Hormuz

Kapal Tanker Kini Harus Bayar Bitcoin untuk Lewati Selat Hormuz

Kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz kini wajib membayar tarif transit kepada Iran dalam bentuk Bitcoin atau yuan, kebijakan baru yang memicu sorotan dunia.-OSINT defender-X

HARIAN DISWAY - Iran kini membuat kebijakan baru dengan mewajibkan kapal tanker minyak membayar biaya melintas Selat Hormuz dengan Bitcoin atau yuan Tiongkok.

Dilansir dari Financial Times, setiap kapal tanker bermuatan penuh yang hendak melintas harus lebih dulu mengirim rincian muatan kepada otoritas Iran. Setelah diverifikasi, Teheran menetapkan tarif sekitar US$ 1 per barel minyak. 

Artinya, kapal super tanker dengan muatan dua juta barel bisa dikenai biaya hingga US$ 2 juta untuk sekali perjalanan.

Pembayaran dilakukan dalam waktu sangat singkat. Begitu nominal ditetapkan, kapal hanya diberi beberapa detik untuk mentransfer dana lewat Bitcoin. 

BACA JUGA:Negosiasi Berjalan, Trump Tegaskan Pasukan AS Akan Tetap 'Parkir' di Timur Tengah

BACA JUGA:Trump Setujui 10 Syarat Iran, Gencatan Senjata Dua Pekan Disepakati

Kapal kosong masih diizinkan lewat tanpa biaya, tetapi kapal yang mencoba melintas tanpa izin disebut akan menerima “peringatan keras” dari otoritas Iran.

Aturan baru itu diberlakukan di tengah masa gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat dan langsung memicu gejolak di pasar global. Dalam beberapa jam setelah kebijakan diumumkan, harga Bitcoin melonjak dari sekitar US$ 68.000 menjadi hampir US$ 73.000.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Di tengah tekanan sanksi Barat, Iran kesulitan menggunakan sistem pembayaran berbasis dolar. 

Bitcoin dipilih karena tidak mudah dibekukan oleh sistem perbankan internasional, sementara yuan menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang Barat.

BACA JUGA:Dari Konflik ke Krisis Ekologis, Pelajaran dari Agresi Amerika Serikat-Israel ke Iran

BACA JUGA:Harga Bitcoin Naik Tembus 100 Ribu Dolar Amerika

Hamid Hosseini, juru bicara Serikat Eksportir Produk Minyak, Gas, dan Petrokimia Iran, menjelaskan kepada media setempat bahwa sistem tarif tersebut juga dipakai untuk mengawasi arus barang yang keluar-masuk Selat Hormuz.

“Iran perlu memantau apa saja yang keluar dan masuk melalui selat itu untuk memastikan masa dua minggu ini tidak dimanfaatkan untuk pengiriman senjata. Semua barang tetap bisa melintas, tetapi prosedur untuk setiap kapal akan memakan waktu, dan Iran tidak sedang terburu-buru,” ujar Hosseini, dilansir dari The Times of India.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: