Pemkab Sidoarjo Tekan AKI-AKB dengan RMNC, Target Zero Death Ibu dan Bayi
Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati lakukan penandatanganan komitmen bersama penanggulangan AKI dan AKB oleh para pemangku kepentingan kesehatan, Jumat, 10 April 2026-Dinas Kominfo Pemkab Sidoarjo-
Data menyebut, di Sidoarjo pada 2022 lalu, realisasi penuruan mencapai 37,31 per 1.000 Kelahiran Hidup (KH). Dan, AKB terealisasi 2,41 per 1.000 KH.
Menjawab tantangan itu, pemerintah setempat meluncurkan serangkaian program inovatif untuk memperkuat layanan di akar rumput.
Ditambah, sinergi lintas sektor, digitalisasi sistem, dan pendekatan asuhan bermartabat, Sidoarjo optimis mewujudkan generasi sehat berkualitas dan menekan AKI-AKB mendekati nol (zero death).
Berikut beberapa program unggulan untuk menjawab tantangan layanan kesehatan tersebut:
1) Program 1P1O (1 Puskesmas 1 Obgyn): Memastikan setiap Puskesmas memiliki akses langsung ke tenaga spesialis kandungan.
2) Sido Simpati: Gerakan “Spesialis dan Profesi Sidoarjo Siap Mendampingi Ibu Anak Terlindungi” untuk penguatan pendampingan layanan.
2) Optimalisasi Buku KIA: Memperkuat pemanfaatan Buku KIA dalam layanan Antenatal Care (ANC) dan KB.
3) Rumah Singgah: Mendorong rumah sakit menyediakan fasilitas bagi ibu hamil dengan risiko tinggi yang jauh dari jangkauan medis. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: