RSUP Surabaya Jalin Kerja Sama dengan POTADS, Soroti Down Syndrome dan Pola Penangannya

RSUP Surabaya Jalin Kerja Sama dengan POTADS, Soroti Down Syndrome dan Pola Penangannya

Anak-anak dengan Down Syndrome menampilkan kesenian angklung. - Ilmi Bening - Harian Disway

HARIAN DISWAY - RSUP Surabaya menjalin kemitraan dengan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS). Itu dilakukan melalui pertemuan formal, 11 April 2026.

Sekitar 300 partisipan memadati Lobi Gedung D RSUP Surabaya untuk mengikuti kegiatan itu. Jumlah tersebut mencakup 150 anak penyandang down syndrome . Mereka hadir didampingi oleh masing-masing orang tua atau wali mereka.

Momen tersebut dimanfaatkan sebagai ajang edukasi terkait down syndrome. Berikut pola penanganan terkait kesehatan dan produktivitas.

Melalui kerja sama itu, kedua pihak dapat saling bahu-membahu dalam menyediakan layanan medis, pendampingan berkelanjutan. Juga inovasi program bagi anak-anak penyandang down syndrome.

BACA JUGA:Peringati Hari Down Syndrome Sedunia, Pinky Saptandari: Peran Orang Tua adalah yang Pertama dan Utama

BACA JUGA:POTADS Jatim Tutup Down Syndrome Awareness Month (DSAM) 2025 di CFD Tunjungan


Anak-anak dengan Down Syndrome menampilkan kesenian angklung. - Ilmi Bening - Harian Disway

“Tepat 21 Maret 2026 adalah Hari Down Syndrome sedunia. Tahun ini bertema Bersama Melawan Kesepian. Mari melawan kesepian bersama-sama. Sehingga seseorang tidak sendirian dalam menghabiskan masa hidupnya,” ujar dr. Martha M. L.. Siahaan, S.H, MARS, M.H.Kes, Plh. Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI dr Imran Pambdi hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa akses kesehatan harus merata.

Termasuk bagi anak berkebutuhan khusus. Itu hanya bisa dicapai jika pemerintah, rumah sakit, dan komunitas seperti POTADS dapat bekerja sama.

“Secara global, kejadian bayi lahir dengan down syndrome mencapai angka 3 ribu-5 ribu per tahun. Tugas kami adalah memberi dukungan. Agar para orang tua selalu bisa mendampingi putra-putrinya,” ujar Imam.

BACA JUGA:Java Paragon Hotel & Residences Berdayakan Anak Down Syndrome Lewat Pelatihan Pramusaji

BACA JUGA:Intip Keseruan Anak Down Syndrome Belajar Jadi Content Creator di Java Paragon Hotel & Residence Surabaya

Ada pula sesi Health Talk. Di situ terdapat banyak informasi medis mengenai down syndrome. Peserta juga mendapatkan nilai tambah melalui akses ke Pojok Konsultasi Terpadu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: