Icha, Penyanyi Jember yang Berhasil Tampil TV Hunan Tiongkok
Penampilan penyanyi muda asal Jember, Jawa Timur, Icha Yang di program Qing Chun Chuang Ge, TV Hunan, Tiongkok, Senin, 20 April 2026.-Dokumen Pribadi-
PENYANYI muda asal Jember, Jawa Timur, Icha Yang, berhasil menembus panggung internasional dengan tampil di stasiun televisi Hunan, Tiongkok, melalui program Qing Chun Chuang Ge, Senin, 20 April 2026.
Nama Icha Yang semakin dikenal di kancah musik Mandarin setelah mendapat perhatian dari pebisnis sekaligus figur inspiratif lintas negara, Inge Fang. Sosok Inge bahkan kerap membagikan video dirinya saat menyanyikan lagu-lagu milik Icha, yang kemudian menarik perhatian publik lintas negara. Sorotan tersebut menjadi dorongan besar bagi Icha untuk terus berkembang dan memperluas jangkauan kariernya.
“Rasanya seperti mimpi bisa mendapat perhatian dari sosok seperti Inge Fang. Ini jadi motivasi besar untuk terus berkembang,” ujar Icha.
Selain itu, keberhasilan tampil di program Qing Chun Chuang Ge di TV Hunan menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier penyanyi berusia 24 tahun tersebut. Program ini dikenal sebagai salah satu wadah bergengsi bagi musisi muda dari berbagai negara untuk menampilkan karya terbaik mereka di panggung internasional.
BACA JUGA:Indonesia Bidik Chengdu sebagai Hub Baru Kerja Sama dengan Tiongkok Barat Daya
BACA JUGA:Penjualan Mobil Listrik Melonjak 95 Persen, Dominasi Tiongkok Makin Kuat, Jepang Andalkan Hybrid
Menurutnya, Tiongkok merupakan barometer penting dalam perjalanan kariernya sebagai penyanyi lagu Mandarin asal Indonesia. Ia mengaku mendapatkan respons yang positif, baik dari masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia maupun dari penonton saat tampil langsung di Tiongkok.
“Tidak mudah menyanyikan lagu Mandarin, apalagi saya orang Indonesia dan tidak memiliki keturunan Tionghoa. Tapi itu justru jadi tantangan yang saya nikmati,” ungkapnya.
Icha juga menunjukkan keseriusannya dengan terus melakukan inovasi dalam bermusik. Ia kerap memadukan lagu Indonesia ke dalam versi Mandarin, maupun sebaliknya, dengan aransemen yang lebih enerjik untuk menarik minat generasi muda. Strategi ini dinilai efektif dalam menjembatani budaya musik Indonesia dan Tiongkok.
Sementara itu, panggung musik global Mandarin semakin terbuka melalui program Youth Creation•Song yang digagas Hunan International Channel bersama Hunan Youth Creation Culture Development. Program ini menjadi ruang kolaborasi bagi musisi muda dunia untuk menciptakan karya orisinal sekaligus memperluas pasar musik Mandarin secara global.

Penyanyi asal Jember, Jawa Timur, Icha Yang, menembus panggung TV Hunan Tiongkok dan kian bersinar di industri musik Mandarin internasional.-Dokumen Pribadi-
Peluncuran global program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026 di Radio dan Televisi Hunan, dengan menghadirkan sejumlah nama besar seperti pembawa acara Du Haitao dan Feng Qing, serta jajaran juri profesional termasuk produser musik Hu Haiquan dan komposer Liao Yong.
Dengan berbagai peluang yang terbuka, Icha optimistis mampu membawa warna baru dalam industri musik Mandarin sekaligus memperkenalkan karya dari Indonesia ke panggung dunia. Ia berharap kehadirannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani menembus batas dan bersaing di tingkat internasional. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: