BI Akan Perluas Jangkauan QRIS ke Tiongkok Akhir April Ini, Arab Saudi Jadi Target Selanjutnya
Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Willy Togi (kiri) Saat Menjelaskan Ekspansi QRIS 8 Negara di Bandung Sabtu lalu, 14 Februari 2026-Edi Susilo Disway -
JAKARTA, HARIAN DISWAY – Bank Indonesia (BI) terus memacu konektivitas pembayaran lintas negara melalui perluasan QRIS Antarnegara..
Setelah sukses menggandeng beberapa negara Asia Tenggara dan Korea Selatan, kini BI bersiap meresmikan implementasi penuh QRIS di Tiongkok.
Kepala Grup Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati mengungkapkan, bahwa kerja sama dengan Tiongkok saat ini dalam tahap finalisasi menuju implementasi penuh. ”Kami akan launching QRIS dengan Tiongkok pada Akhir bulan ini,” terangnya, Rabu, 22 April 2026.
Tak berhenti di Asia Timur, BI juga melirik kawasan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Langkah tersebut dilakukan untuk memfasilitasi jemaah haji dan umroh asal Indonesia yang jumlahnya jutaan orang setiap tahun. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan regulasi dan infrastruktur dengan otoritas setempat.
BACA JUGA:Tantangan dan Peluang Transaksi QRIS Bagi Konsumen dan Pemilik Bisnis yang Tak Selalu Mudah
BACA JUGA:Di Forum KTT G20, Wapres Gibran Pamerkan Alat Pembayaran QRIS: Mengatasi Ketimpangan
Mengenai target jangkauan, Fitria mencatat bahwa hingga April 2026, QRIS Antarnegara telah menjangkau lima negara mitra, dengan Korea Selatan sebagai anggota terbaru per 1 April lalu. "Untuk tahun 2026, kami menargetkan kesepakatan dengan dua negara mitra baru. Sementara untuk tahun 2027, arah pengembangan masih dalam tahap asesmen mendalam guna memastikan manfaat ekonomi dan kesiapan teknis," jelasnya.
Meski agresif, BI mengakui adanya tantangan dalam memperluas jaringan global ini. Fitria menyebutkan perbedaan regulasi terkait perlindungan konsumen, standar infrastruktur QR yang tidak selalu sama di setiap negara, hingga manajemen risiko pencucian uang (AML/CFT) menjadi fokus utama yang harus diselaraskan.
"Kami memandang QRIS Antarnegara sebagai instrumen strategis integrasi ekonomi digital. Perluasan akan dilakukan secara prudent dan terukur untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional," pungkas Fitria.
Proyek QRIS Antarnegara oleh sebagian pengamat dinilai strategis untuk Indonesia. Di tengah isu global, QRIS dinilai mampu menjadi jembatan transaksi antar negara yang inklusif, cepat, dan tentu efisien. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: