Workshop Tin Case Decorating di Kartini Fest Unair Padukan Kreativitas, Organizing, dan Healing

Workshop Tin Case Decorating di Kartini Fest Unair Padukan Kreativitas, Organizing, dan Healing

Beberapa peserta workshop yang hadir, menunjukkan hasil karya buatan desain tin case mereka-Saffanah Indah Fitrizahrani-Harian Disway

“Jadi lebih seru. Karena kami fokus pada pemberdayaan perempuan. Ternyata banyak juga yang baru pertama kali ikut workshop seperti ini,” tambahnya.  

Namun, tantangan terbesar justru datang dari dalam diri peserta. Terutama bagi mereka yang baru pertama mencoba.

Rasa takut salah atau keinginan untuk mendapat hasil yang sempurna. Itu yang kerap menjadi penghambat.

BACA JUGA:Workshop K-Pop Dance SM Universe di Surabaya Semai Mimpi Jadi Idol Seperti Carmen Hearts2Hearts

BACA JUGA:Workshop Racik Lip Tint dan Buat Keychain Ajak Anak Muda Ngabuburit Kreatif

“Soal kesulitan biasanya karena belum terbiasa saja. Jadi, belum terbayang mau bikin apa. Ditambah lagi takut hasilnya jelek. Akhirnya enggak berani mulai,” ungkap Dinka.  


Aqila Raina bersama hasil karya dekorasi hasil tin casenya-Saffanah Indah Fitrizahrani-Harian Disway

Padahal menurutnya, kunci utama dalam aktivitas itu adalah kebebasan berekspresi. “Kalau bikin kreativitas kayak gini harus membebaskan diri. Nggak boleh takut jelek atau harus sempurna. Yang penting have fun,” tegasnya.

Bagi Aqila Raina, peserta workshop, tin case decorating bukan hanya soal estetika. Tetapi juga memiliki fungsi praktis. Dia tertarik karena bisa menggabungkan hobi kreatif dengan kebutuhan sehari-hari.

“Aku orangnya sangat organize, jadi pengen tin case ini buat nyimpen barang-barang kecil. Biar nggak kececer di tas,” ujar Aqila kepada Harian Disway.

BACA JUGA:Workshop Layers of Love, Perkuat Bonding Ibu dan Anak lewat Baking dan Hypnoparenting

BACA JUGA:Workshop AI & Cyber Security Ajak Pelaku UMKM Maksimalkan Marketing Digital

Ia memiliki pengalaman dalam berkreasi kreatif. Seperti journaling. Itu sedikit banyak dapat membantu dalam proses dekorasi. Meski medianya berbeda. “Biasanya di kertas, sekarang di tin case,” ungkap perempuan 22 tahun itu.  

Tak hanya itu, konsep desain yang dibuat pun sarat makna personal. Mulai dari pemilihan warna hingga penambahan foto kenangan.

“Awalnya, aku mau bikin tema kotak bekal. Tapi berubah jadi wadah warna kuning dan biru. Ditambah foto teman-teman. Biar lebih personal,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: