Batik Surabaya: Identitas Kota yang Tercurah di Atas Wastra
ILUSTRASI Batik Surabaya: Identitas Kota yang Tercurah di Atas Wastra.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Melalui batik, cerita-cerita tersebut tidak hanya disimpan dalam buku sejarah, tetapi juga dikenakan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan kota yang terus bergerak, batik Surabaya menunjukkan bahwa budaya lokal tidak harus hilang. Ia bisa beradaptasi, berubah bentuk, bahkan menemukan ruang baru dalam kehidupan modern.
Selama masih ada orang yang meneteskan malam di atas wastra, selama masih ada generasi yang percaya bahwa cerita kota layak untuk dirawat, batik Surabaya akan tetap hidup.
Justru mungkin, di situlah kekuatannya: bukan hanya sebagai warisan budaya, melainkan sebagai identitas yang terus ditulis ulang, garis demi garis, di atas wastra polos yang menunggu disentuh seterusnya. (*)
*) Cysakaren Diva Pratiwi adalah peneliti budaya dan gender.
*) Romiana adalah praktisi budaya dan peneliti batik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: