Kapan Hardiknas 2026? Ini Sejarah dan Cara Memperingatinya?

Kapan Hardiknas 2026? Ini Sejarah dan Cara Memperingatinya?

Hardiknas 2026 diperingati 2 Mei. Ini sejarah Ki Hadjar Dewantara, serta cara merayakan dan makna penting pendidikan di Indonesia.--Kemendikdasmen

Di masa itu, Ki Hadjar Dewantara termasuk tokoh yang menolak kebijakan pendidikan yang diberlakukan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang membatasi akses pendidikan hanya untuk kalangan tertentu ditolak olehnya.

Sikap kritis terhadap ketidakadilan tersebut justru membuatnya mendapat tekanan dari pihak kolonial.

BACA JUGA:Isu Moralitas Mahasiswa Jadi Sorotan, Dunia Pendidikan Dorong Penguatan Karakter dan Etika

BACA JUGA:Menakar Urgensi MBG atau Subsidi Pendidikan pada Sekolah Dasar, Menengah, dan Tinggi

Karena pandangannya yang tegas, tokoh pelopor pendidikan itu kemudian diasingkan ke Belanda bersama Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo. Ketiganya dikenal sebagai Tiga Serangkai.

Sepulang ke tanah air, pada 3 Juli 1922 ia mendirikan Perguruan Taman Siswa. Lembaga ini hadir untuk membuka akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat tanpa melihat status sosial.

Setelah Indonesia merdeka, jabatan Menteri Pendidikan kemudian diembannya sebagai bentuk kepercayaan atas perannya di bidang pendidikan.

Hingga kini, masyarakat Indonesia mengenang Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

BACA JUGA:Pendidikan Indonesia 2026 Fokus Kesehatan Mental Siswa, Kebijakan Baru dan Dampaknya di Sekolah

BACA JUGA:Pendidikan dan Penguatan Karakter Berbasis MBG

Cara Memperingati Hardiknas 2026

  • Ikuti upacara bendera di sekolah, instansi pemerintah, atau lembaga pendidikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa tokoh pendidikan.
  • Adakan atau ikuti seminar, webinar, serta diskusi publik yang membahas perkembangan dan tantangan dunia pendidikan.
  • Selenggarakan lomba kreatif seperti menulis, membaca puisi, pidato, atau karya inovasi bagi siswa.
  • Lakukan kegiatan sosial berupa donasi buku atau berbagi ilmu ke wilayah yang membutuhkan.
  • Berikan apresiasi kepada guru dan tenaga pendidik melalui ucapan terima kasih atau bentuk penghargaan.
  • Bangun kebiasaan belajar dengan rutin membaca dan mendukung aktivitas pendidikan di lingkungan sekitar.
  • Ambil bagian dalam kegiatan sekolah atau komunitas yang mendorong kesadaran akan pentingnya pendidikan. (*)

*) Abidah Hayu Anggonoraras, peserta magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: disway.id