May Day 2026: Satu Tekad, Satu Tujuan, Perlu Orkestrasi Visi dan Sistem
ILUSTRASI May Day 2026-AI-
BACA JUGA:Hadiri Peringatan May Day, Prabowo: Saya Rela, Saya Siap, Saya Ikhlas Mati Untuk Bangsa dan Rakyat
DIALOG, MENGATASI PERBEDAAN KEPENTINGAN
Seringkali buruh hanya dianggap sebagai angka produktivitas. Hak-hak mereka pun kerap dilanggar dengan dalih efisiensi perusahaan. Di sisi lain, pengusaha memikul tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan bisnis, menghadapi kompetisi global, dan mengatur strategi agar perusahaannya bertahan.
Dalam sistem ekonomi pasar, efisiensi menjadi kata kunci. Namun, di balik efisiensi, kerap terselip dugaan praktik eksploitasi. Sementara itu, organisasi pengusaha seperti Apindo dan Kadin Indonesia berkali-kali menyuarakan perlunya fleksibilitas dalam hubungan kerja agar bisa bersaing dengan negara lain.
Mereka menyambut baik kebijakan seperti Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang mempermudah perekrutan dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Di sisi lain, pekerja menuntut hak dan kesejahteraan, pengusaha ingin efisiensi dan keuntungan, sedangkan pemerintah harus menjaga iklim usaha sekaligus meredam gejolak sosial.
Dibutuhkan ruang untuk dialog menyampaikan aspirasi dan mencari win-win solution antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam forum tripartit.
”Dialog sosial adalah kunci. Bukan siapa paling kuat, melainkan bagaimana semua pihak mencari solusi bersama. Sebab, tantangan ke depan makin kompleks dan tidak makin ringan. Disrupsi teknologi, otomatisasi, dan tekanan ekonomi global menuntut fleksibilitas dan adaptasi.”
PENUTUP
May Day seharusnya menjadi momentum untuk sejenak dan melihat ke dalam serta melihat tantangan di masa datang. Bahwa persoalan bukan pada kurangnya niat atau tekad, melainkan pada sistem dan kapabilitas yang belum menyatu.
Jawa Timur memiliki semua modal industri kuat, jumlah angkatan kerja besar, kebijakan yang tersedia dan dukungan dari pemerintah daerah. Yang dibutuhkan sekarang keberanian untuk merealisasikan visi dan sistem.
Sebab, pada akhirnya, sejahtera bersama tidak lahir dari pertumbuhan semata, tetapi juga dari sistem yang bekerja untuk semua. Pekerja lebih sejahtera, dunia usaha stabil dan produktif, serta pemerintah mampu mengelola dan mendistribusikan kesejateraan tersebut secara adil dan merata.
Selamat Hari Buruh Internasional-MayDay 2026! (*)
*) Budi Raharjo, staf ahli gubernur Jatim (bidang kesmas dan SDM, serta sebelumnya bidang pemerintahan hukum, dan politik) dan mahasiswa S-3 PSDM Unair.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: