May Day 2026: Satu Tekad, Satu Tujuan, Perlu Orkestrasi Visi dan Sistem
ILUSTRASI May Day 2026-AI-
SETIAP May Day selalu ada tuntutan perbaikan kesejahteraan. Tahun ini bahkan lebih tegas. Tema nasional adalah Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama. Namun, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan secara jujur, apakah sistem kita sudah benar-benar satu arah? Jawabannya, belum.
Akar masalah perbedaan masih sekitar upah minimum, kerja kontrak, dan kondisi kerja. Faktor penguat paradoks adalah hadirnya UU Cipta Kerja dan peran pemerintah.
KONDISI KETENAGAKERJAAN
Secara angka, situasinya terlihat cukup baik. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Timur per Agustus 2025 berada di kisaran 3,88 persen. Itu relatif rendah jika dibandingkan dengan rata-rata nasional. Angkatan kerja juga terus bertambah sekitar 24,76 juta orang.
Itu menunjukkan bahwa mesin ekonomi tetap bergerak. Namun, di balik angka itu, ada realitas yang tidak sesederhana statistik. Penurunan pengangguran tidak selalu berarti peningkatan kualitas pekerjaan.
BACA JUGA:May Day dan Ilusi Solusi: Saat Tuntutan Belum Menjadi Kebijakan
Banyak tenaga kerja terserap, tetapi di sektor yang produktivitasnya rendah. Sektor pertanian, perdagangan kecil, dan jasa informal masih mendominasi. Sementara itu, pekerja dengan status tidak penuh dan setengah menganggur justru meningkat.
Artinya, kita memang menciptakan pekerjaan, tetapi belum tentu pekerjaan yang berkualitas. Di sisi lain, industri Jawa Timur terus tumbuh. Kawasan industri di Gresik, Pasuruan, dan Sidoarjo berkembang pesat.
Manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi. Bahkan, indikator seperti purchasing managers’ index (PMI) beberapa kali menunjukkan ekspansi di atas angka 50 persen. Masalahnya, pertumbuhan industri itu tidak sepenuhnya selalu diikuti penambahan tenaga kerja dan kesiapan tenaga kerja.
Banyak perusahaan yang justru menghadapi kesulitan mencari tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Itu menunjukkan adanya mismatch, yakni ketidaksesuaian antara sistem pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri.
BACA JUGA:Kado May Day 2026, Anak Buruh Sidoarjo Bakal Dapat Kuota 5 Persen di Sekolah Negeri
BACA JUGA:Peringati May Day 2026, Presiden Prabowo Resmikan Perpres Potongan Ojol Maksimal 8%
Di titik itulah pengenalan hubungan industrial seharusnya memainkan peran penting, kolaborasi dimulai sebelum memasuki dunia kerja, tetapi faktanya justru sebaliknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: