Diskusi Publik: Buketan hingga Bayonet Jejak Kolonial dalam Batik, Gugah Kesadaran Kritis & Sikap Dekolonisasi
Peserta mengikuti Diskusi Publik Buketan hingga Bayonet Jejak Kolonial dalam Batik di Museum De Javasche Bank Surabaya, Sabtu, 2 Mei 2026-Tri Yoga Arya-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Motif batik yang selama ini dikagumi, ternyata menyimpan jejak kolonialisme. Sejumlah motif memuat simbol militer, prajurit, senapan, hingga kapal perang yang disamarkan lewat estetika.
Hal itu mengemuka dalam Diskusi Publik Buketan hingga Bayonet Jejak Kolonial dalam Batik di Museum De Javasche Bank Surabaya pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Diskusi tersebut menyoroti batik sebagai arsip visual kolonial yang selama ini luput dibaca secara kritis. Dua pemateri mumpuni hadir dalam diskusi.
Keduanya adalah Dr. Aniendya Christianna, dosen Universitas Kristen Petra, dan Noandha Dhegaska, heritage analyst. Tampil sebagai moderator adalah Sylvi Mutiara.
BACA JUGA:Batik Surabaya: Identitas Kota yang Tercurah di Atas Wastra
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (1): Kampung Batik Jetis, Pebatik Muda Tinggal Satu-satunya
Sebagai akademisi yang menekuni kajian budaya visual, Aniendya mengatakan bahwa batik bermotif militer muncul pada periode kolonial. Khususnya, sekitar abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Visualnya dalam kain batik memang tidak menunjukkan kekerasan secara gamblang, melainkan disusun rapi dalam pola batik. Motifnya ditampilkan secara dekoratif dan berulang.
"Yang ditampilkan itu seolah keteraturan. Padahal perang itu chaos, penuh kekerasan dan korban. Tapi lewat batik, semua itu dihilangkan, dijinakkan," tegasnya. Menurut dia, estetika batik justru menjadi medium untuk memperhalus kekerasan kolonial.
Simbol-simbol militer yang identik dengan dominasi dan kekuasaan diolah menjadi motif yang tampak indah dan wajar dipakai sehari-hari. "Jadi kekerasan itu seperti dipermudah, diperhalus, sehingga terlihat normal," imbuhnya.
BACA JUGA:Bosan Motif Batik Biasa? Coba Digital Batik untuk Baju Lebaran Pria 2026

FOTO BERSAMA usai Diskusi Publik Buketan hingga Bayonet Jejak Kolonial dalam Batik di Museum De Javasche Bank Surabaya, Sabtu , 2 Mei 2026. -Tri Yoga Arya-Harian Disway
Propaganda yang Disamarkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: