Ketika Informasi Melimpah, Kebenaran Justru Terdesak
ilustrasi Gusti--
Dan, paradoksnya jelas. Dalam lima tahun terakhir, dunia menambah 1,5 miliar pengguna informasi, tetapi dalam sepuluh tahun yang sama, kebebasan berekspresi turun 10 persen. Di Indonesia, bahkan 8 dari 10 jurnalis memilih membatasi diri sebelum informasi sampai ke publik.
Ekosistem membesar, tetapi kualitasnya menyusut.
Jika kondisi itu dibiarkan, target global, termasuk akses informasi dalam agenda pembangunan 2030, akan sulit tercapai. Lebih dari itu, publik akan hidup dalam limpahan informasi yang tidak sepenuhnya bisa dipercaya.
Karena itu, persoalan ini tidak bisa diserahkan hanya kepada media. Diperlukan tata kelola bersama yang melibatkan negara, platform teknologi, industri media, dan masyarakat.
Tanpa itu, informasi akan terus melimpah. Tetapi kebenaran akan semakin terdesak.
Dan ketika kebenaran terdesak, yang melemah bukan hanya media. Yang melemah adalah kualitas publik itu sendiri. (*)
*) Jurnalis Harian Disway; dosen Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya; mahasiswa Prodi Doktor Ilmu Sosial, FISIP, Universitas Airlangga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: