4 Faktor yang Bawa Arsenal ke Final Liga Champions, Mikel Arteta Jenius
Arsenal ke final UCL usai tekuk Atletico 1-0 berkat taktik berani Arteta, insting gol Saka, pertahanan solid, serta atmosfer luar biasa di Emirates Stadium.-Gaspafotos-Getty Images
HARIAN DISWAY - Arsenal comeback ke final Liga Champions setelah 20 tahun. Tiket ke partai puncak diraih dengan mengalahkan Atletico Madrid 1-0 pada leg kedua di Emirates, Rabu dini hari WIB, 6 Mei 2026. Arsenal menang agregat 2-1.
Ini adalah kali kedua dalam sejarah klub Arsenal mencapai final Liga Champions. Kali terakhir mereka ke puncak adalah pada 2006, ketika masih diperkuat Thierry Henry, Robert Pires, dan Robin van Persie. Pelatihnya masih Arsene Wenger yang legend.
Bermain di kandang sendiri, tim asuhan Mikel Arteta tampil dominan dalam laga yang berlangsung ketat dan minim peluang. Memang tidak terjadi banyak gol. Tapi Arsenal menunjukkan kualitas dan kedewasaan dalam mengontrol jalannya laga.
Gol tunggal Bukayo Saka di akhir babak pertama menjadi pembeda dalam duel yang sejak awal diprediksi akan ditentukan oleh detail kecil.
BACA JUGA:Arsenal vs Atletico Madrid 1-0 (Agregat 2-1): The Gunners ke Final Liga Champions Setelah 20 Tahun!
BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Singkirkan Atletico dari Liga Champions, Terbaik Bukan Bukayo Saka
Sepanjang musim, Arsenal sempat mendapat kritik terkait gaya bermain mereka. Namun fakta bahwa mereka belum terkalahkan di Liga Champions musim ini membuktikan efektivitas pendekatan Arteta.
Kini, Arsenal hanya selangkah lagi dari mencatatkan musim terbaik dalam sejarah klub. Hal itu tidak lepas dari 4 faktor yang membawa mereka ke final Liga Champions. Simak detailnya berikut ini.
1. Keberanian Arteta Menentukan Susunan Pemain

Aksi Myles Lewis-Skelly (tengah) dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid, leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu 6 Mei 2026-Tom Jenkins-The Guardian
Setelah laga berakhir, Mikel Arteta meminta maaf kepada para pemain yang tidak masuk ke dalam Starting XI. Hal itu menunjukkan keberanian besar sang pelatih dalam menentukan susunan pemain di laga sepenting ini.
Pelatih asal Spanyol itu tidak bermain aman. Ia mempertahankan banyak pemain yang tampil apik saat melawan Fulham di Premier League tiga hari sebelumnya. Termasuk memberikan kepercayaan kepada Myles Lewis-Skelly di lini tengah.
Meski minim pengalaman di fase gugur Liga Champions, gelandang muda itu tampil tenang. Ia bahkan menjadi salah satu pemain paling menonjol di babak pertama.
Selain itu, ia mengubah sayap kiri dengan memainkan Riccardo Calafiori dan Leandro Trossard. Hal itu bikin permainan Arsenal lebih cair, kreatif, dan berani. Hal tersebut memperlihatkan bahwa Arsenal ingin mengontrol permainan dengan pendekatan ofensif.
BACA JUGA:Comeback Riccardo Calafiori ke Arsenal Disambut Rekan Setim, Banjir Dukungan di Instagram
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber