Pengusaha Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Namun Peringatkan Melemahnya Rupiah

Pengusaha Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Namun Peringatkan Melemahnya Rupiah

Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia, Anindya Bakrie.-Fajar Ilman/Disway.id-

JAKARTA, HARIAN DISWAY — Kalangan pengusaha memberikan apresiasi atas capaian ekonomi Indonesia yang berhasil tumbuh sebesar 5,61 persen (yoy) pada triwulan I-2026.

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 4,87 persen.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari eksekusi program pemerintah yang berjalan baik sejak awal tahun 2025.

Beberapa program kunci yang disoroti meliputi program makan bergizi gratis (MBG) dengan anggaran Rp80 triliun, pembangunan 3 juta rumah, serta investasi langsung.

Anindya menilai capaian ini luar biasa mengingat pertumbuhan Indonesia melampaui negara tetangga seperti Malaysia yang tumbuh 5,3 persen dan Singapura sebesar 4,6 persen.

BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Dipertanyakan, Ekonom Soroti Ketimpangan Data BPS

BACA JUGA:Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Pada Triwulan 1 2026 Mencapai 6 Persen

“Ini adalah prestasi membanggakan,” ujar Anindya dalam keterangan resmi pada Selasa, 5 Mei 2026.

Senada dengan Kadin, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani, menyebut angka 5,61 persen ini merupakan pertumbuhan kuartal pertama tertinggi sejak tahun 2013, sekaligus yang tertinggi dalam 14 kuartal terakhir.

Shinta mencatat bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen, sementara konsumsi pemerintah melonjak hingga 21,81 persen berkat berbagai stimulus menjelang Hari Raya Idulfitri, seperti diskon tarif pesawat dan pemberian THR.

BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa dan Lampaui Nasional

BACA JUGA:Menkomdigi Meutya Hafid: AI Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

“Ini menunjukkan bahwa secara headline growth, ekonomi Indonesia masih mencerminkan ketahanan (resilience) yang cukup kuat berbasis permintaan domestik,” kata Shinta.

Namun, Shinta memberikan catatan mengenai nilai tukar rupiah yang kini menyentuh angka Rp17.400 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: