Diskusi Panel di Unesa, Mendiktsaintek: Kampus Tak Boleh Jadi Tempat Kekerasan!

Diskusi Panel di Unesa, Mendiktsaintek: Kampus Tak Boleh Jadi Tempat Kekerasan!

Forum diskusi panel yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membahas penguatan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, Sabtu, 9 Mei 2026.-Humas Unesa-

Pemerintah pun tengah menyiapkan langkah lebih nyata. Deklarasi ulang komitmen anti kekerasan seksual yang rencananya digelar setiap penerimaan mahasiswa baru.

Jadi, mahasiswa baru juga akan mendapat pembekalan khusus soal kampus aman sebagai bagian dari orientasi.

"Kami meminta agar setiap kegiatan penerimaan mahasiswa baru disertai materi pembekalan bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi seluruh sivitas akademika," imbuh Prof Brian.

Di luar pencegahan, sistem penanganan kasus juga jadi sorotan. Tata kelola yang lebih adaptif, pendataan yang rapi, dan dokumentasi kasus yang akuntabel dinilai penting agar kebijakan kampus ke depan bisa berpijak pada data, bukan sekadar asumsi.

Dalam forum yang sama, sejumlah peserta mengusulkan agar materi pencegahan kekerasan seksual masuk ke dalam kurikulum.

BACA JUGA:Satgas PPKPT Unesa dan Unair Respons Kekerasan Seksual di Kampus, Ulas Tantangan dan Dampaknya

BACA JUGA:MoU Unesa-Harian Disway, Dahlan Iskan Berharap Unesa Hasilkan Banyak Riset

Gagasan tersebut disambut positif karena dianggap bisa membangun kesadaran secara sistematis, bukan hanya insidental.


Rektor Unesa Prof. Hasan menandatangani kerja sama Unesa dan Kemendiktisaintek, Sabtu, 9 Mei 2026.-Humas Unesa-

Dari sisi pemerintah lainnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyampaikan bahwa dalam waktu dekat seluruh ketua Satgas PPKS perguruan tinggi akan diundang untuk mengikuti pembekalan dan penguatan kapasitas.

Forum itu juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi semestinya menjadi teladan dalam membangun budaya saling menghormati dan melindungi seluruh warga kampus.

Selain isu kekerasan seksual, diskusi turut menyentuh topik lain seperti pengembangan teknologi pengelolaan sampah sebagai bagian dari ekosistem kampus yang lebih sehat. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: